Jakarta -
Air merupakan salah satu kebutuhan paling penting untuk tubuh, terutama ginjal. Dengan minum 1,5-2 liter air per hari untuk mendukung fungsi ginjal.
Ginjal dapat menyaring sekitar 50 galon atau sekitar 189 liter darah setiap hari, membuang limbah, dan kelebihan cairan melalui urine. Jika tubuh tetap terhidrasi, dapat membantu mengencerkan zat-zat seperti urie dan natrium.
Bahkan, mengonsumsi air dengan cukup dapat menurunkan risiko seseorang mengalami batu ginjal, infeksi saluran kemih, dan kerusakan ginjal jangka panjang.
Peneliti dari Australia dan Kanada menunjukkan bahwa asupan cairan yang cukup dapat membantu ginjal membuang limbah lebih efektif dan mengurangi risiko penyakit ginjal kronis. Air menjadi salah satu pilihan paling bermanfaat untuk menjaga kesehatan ginjal.
Pada orang dengan penyakit ginjal, terutama yang menjalani dialisis atau cuci darah, harus memantau asupan cairan dengan baik. Sebab, ginjal sudah tidak bisa lagi mengatur cairan dengan baik.
Namun, terlalu banyak minum air putih atau overhidrasi dapat mengencerkan natrium dalam darah dan menyebabkan hiponatremia. Itu merupakan kondisi yang berpotensi berbahaya.
Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan Setiap Hari?
Umumnya, direkomendasikan minum delapan gelas air putih dalam sehari. Namun, kebutuhan air yang sebenarnya bergantung pada usia, tingkat aktivitas, iklim, dan status kesehatan orang.
Dikutip dari , total asupan cairan harian, termasuk air putih, minuman semacam teh, kopi, sup, atau buah sebaiknya sekitar 3,7 liter atau 15,5 gelas air untuk pria. Sementara untuk wanita, sebanyak 2,7 liter.
Kebanyakan dokter menyarankan 1,5 hingga 2 liter air putih per hari untuk orang dewasa yang sehat. Mereka yang tinggal di iklim panas atau melakukan aktivitas fisik yang intens, mungkin membutuhkan lebih banyak air.
Sementara, bagi orang dengan penyakit ginjal stadium akhir mungkin membutuhkan lebih sedikit air. Orang yang rentan terhadap batu ginjal biasanya disarankan untuk menghasilkan setidaknya 2,5 liter urine setiap hari, yang biasanya membutuhkan sekitar 3 liter air.
Tanda Kebutuhan Air Tercukupi dengan Baik
Salah satu cara untuk menilai hidrasi sudah terpenuhi adalah dengan mengamati warna urine, biasanya berwarna kuning pucat atau hampir bening. Tanda-tanda lainnya, seperti:
- Buang air kecil enam hingga delapan kali sehari.
- Tidak merasa haus.
- Tidak merasa lelah atau pusing.
Selain air putih, teh herbal, jus rendah gula, hingga kopi tanpa kafein juga berkontribusi terhadap hidrasi harian. Menurut sebuah studi tahun 2016 yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition, bertentangan dengan anggapan umum, minuman berkafein dalam jumlah sedang seperti kopi dan teh juga dapat dihitung sebagai asupan cairan total.
Namun, minuman ringan manis dan minuman berenergi sebaiknya dihindari, sebab dapat berbahaya untuk fungsi ginjal. Alkohol juga menyebabkan dehidrasi dan tidak berkontribusi terhadap cairan harian.