TRIBUMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul pemikiran orang merdeka.

Renungan diambil dalam moment of inspiration LPMI.

“Tetapi waktu ia yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, berkenan menyatakan Anak-Nya didalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak meminta pertimbangan kepada manusia.” (Galatia 1:15-16)

Pada suatu hari seorang anak muda yang semangat dalam melayani, menemui seorang hamba Tuhan untuk konsultasi.

Setelah mengemukakan tantangan dan permasalahan pelayanan yang dialaminya, ia berpikir untuk berhenti saja.

Lalu ia bertanya bagaimana pandangan hamba Tuhan soal keputusannya mau meninggalkan pelayanan.

Ia mengira mendapat dukungan, malah hamba Tuhan itu berkata: “kalau saudara mau berhenti melayani, tanya pada Tuhan, jangan bertanya pada saya.”

Sang pemuda pun terdiam sejenak dan merenungkan kembali bahwa sebenarnya ia sedang melayani Tuhan atau manusia?”

Rasul Paulus, yang berlatar belakang Yahudi, yang tadinya melawan Tuhan dan gereja-Nya, secara ajaib berbalik menjadi hamba Tuhan yang sangat kuat dengan prinsip pangilannya.

Karena benar-benar ia yakin Tuhan yang memanggilnya bahkan sejak dari kandungan, ia tidak meminta pertimbangan manusia.

Ia memulai suratnya dengan konfirmasi itu, bahwa ia mejadi rasul bukan karena manusia.

Tidak sedikit godaan dan pencobaan yang berpotensi menariknya kembali ke hidup lamanya, namun nyatanya ia tetap setia sampai akhir (2 Timotius 4:6-7).

Tidak sedikit pelayan Tuhan yang awalnya penuh dedikasi dan komitmen yang ketat, akhirnya mundur dan menyerah.

Mengapa? Mungkin saja mereka tidak mendapat dorongan dan motivasi yang kuat karena lebih mendengar apa kata orang.

Tuhan dapat memakai orang-orang yang dipakai-Nya untuk menolong seorang pelayan yang menjadi lemah.

Contohnya Paulus sendiri, ia sempat didampingi oleh Ananias, Barnabas untuk memperkuat panggilannya.(Kis. 9: 15-18; 11:23-25).

Seperti Paulus juga sering memberi motivasi (mentoring) pada Timotius yang kadang-kadang bisa lemah itu (1 Timotius 4:12).

Saudara, apa yang kita pikirkan sekarang?

Apakah kita sedang mulai diganggu oleh pikiran-pikiran duniawi yang tanpa sadar mulai membelenggu kita?

Kita perlu minta Roh Kudus segera bebaskan kita sekarang. 

Jangan lupa, kita bukan saja telah dimerdekakan dari hukuman dosa, tetapi juga dari pikiran yang destruktif, yang merusak komitmen kita.

Mari kita merayakan Hari Kemerdekaan bangsa kita dengan cara membantu mereka yang terikat oleh dosa, agar merekapun bisa membangun bangsa ini.

Inspirasi: Konsistensi dalam panggilan melayani akan tetap bertahan, bukan karena melihat apa kata orang, tetapi karena senantiasa memandang dan mendengar apa kata Tuhan. 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.