BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tidak hanya diwakili oleh PS Barito Putera pada kompetisi sepak bola Indonesia Championship 2025-2026 yang dijadwalkan kick off pada Jumat, 12 Sepetmber 2025.

 

 

Ada satu sosok yang juga akan tampil di lapangan hijau kompetisi yang sebelumnya bernama Liga 2 itu. Dia adalah Angga Noor Hidayat (34), wasit Asprov PSSI Kalsel asal Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

 

 

“Insya Allah, saya kembali bertugas sebagai asisten wasit di Championship nanti. Beberapa waktu lalu telah lulus tes bersama 42 rekan lainnya,” ujar Angga kepada banjarmasinpost.co.id, akhir pekan tadi.

 

 

Angga menuturkan, dia sejak 2022 jadi asisten wasit di Liga 2. Sebelumnya berkiprah di Liga 3 nasional lalu naik ke Elite Pro Acdemy (EPA), yakni  kompetisi kelompok umur untuk tim-tim peserta Liga 1 atau yang kini bernama Indonesia Super League.

 

 

“Tahun ini, saya sudah ikut kursus wasit VAR. Jadi nanti bisa saja selain bertugas di lapangan, juga di VAR room. Mohon doa semoga saya bisa jalankan amanah dengan baik,” ujar Angga yang sehari-hari merupakan guru olahraga di SMAN 2 Barabai.

 

 

Musim lalu, Angga tampil pada 15 pertandingan Liga 2. Dia sudah pernah terlibat pada pertandingan di ujung timur dan ujung barat Tanah Air. “Di Aceh, waktu Persiraja lawan PSMS Medan. Kalau di Papua, Persewar Waropen lawan Deltras,” beber ayah satu anak ini.

 

 

Untuk tahun ini, dia belum mendapatkan pembagian jadwal. Berdasar pengalaman sebelumnya, biasanya disampaikan sepekan sebelum kompetisi. “Yang pasti, wasit atau asisten wasit, tidak akan memimpin pertandingan tim dari daerah yang sama, demi fair play,” kata Angga yang berpostur jangkung, tingginya 177 cm.

 

 

Ditanya perihal pengalaman didekati tim tuan rumah untuk memberikan keuntungan saat pertandingan, Angga bersyukur sejauh ini belum pernah. “Kami sudah menandatangani pakta integritas. Selain itu, kami belajar dari kolega sebelumnya yang dihukum berupa 10 tahun tidak boleh terlibat dalam kompetisi resmi PSSI,” ungkap pemilik lisensi wasit C1 nasional ini.

 

 

Saat ini, sembari menunggu jadwal Indonesia Championship 2025-2026, Angga terus menjaga kondisi fisik. Dan kebetulan, dia juga jadi wasit turnamen sepak bola Bupati HST Cup 2025 yang saat ini sudah memasuki babak 16 besar.

 

 

Secara terpisah, Sekretaris Umum PSSI Kalsel, H Baktiansyah, turut bangga ada wasit asal Banua yang berkiprah di kompetisi sepak bola profesional Indonesia. “Semoga pencapaian mas Angga ini bisa memotivasi yang lainnya,” ucap Bakti saat dihubungi banjarmasinpost.co.id.

 

 

Peluang itu terbuka lebar. Pasalnya, saat ini ada dua wasit dari Kalsel yang telah lulus tes dan bisa memimpin laga Liga 3 dan EPA. “Masing-masing, Hermansyah dari Kabupaten Banjar dan Abdul Hasan dari Tanahbumbu,” sebut Bakti.

 

 

Menarik dinanti, bagaimana kiprah para pengadil lapangan hijau dari Bumi Antasari ini di pentas sepak bola nasional. Semoga bisa mengharumkan nama daerah dan menjadi reputasi sebagai wasit yang jujur, adil, tegas dan tak bisa dilobi untuk kecurangan.

 

 

Diketahui, sebanyak 20 tim dari dua wilayah, bakal berburu tiga tiket promosi ke Indonesia Super League 2026-2027 (sebelumnya Liga 1). Dua slot untuk juara masing-masing grup, satunya diperebutkan dua tim runner-up.

 

 

Grup Barat terdiri atas PSPS Pekanbaru, Persiraja Banda Aceh, Garudayaksa FC, PSMS Medan, Sriwijaya FC, Adhyaksa FC, FC Bekasi City, Persekat Tegal, Sumsel United dan Persikad Depok.

 

 

Sedangkan Grup Timur meliputi Kendal Tornado FC, PSIS Semarang, PSS Sleman, PS Barito Putera, Persela Lamongan, Persiku Kudus, Deltras FC, Persiba Balikpapan, Persipal Palu dan klub ternama dari Papua, Persipura Jayapura. (banjarmasinpost/mulyadi danu saputra

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.