TRIBUNMANADO.CO.ID - Bagi masyarakat Indonesia, sirup Marjan sudah menjadi produk yang sangat familiar.
Setiap menjelang bulan Ramadan, rak-rak minimarket hingga warung kelontong dipenuhi sirup ini, menandai momen berbuka dan sahur.
Selain distribusinya yang luas, iklan Marjan di televisi juga selalu menarik perhatian.
Setiap Ramadan, promosi produk ini digarap serius dengan konsep kreatif yang konsisten, membuat tayangannya selalu dinanti.
Berkat strategi pemasaran bertahun-tahun, konsistensi iklan besar-besaran, dan lonjakan penjualan di bulan puasa, kehadiran sirup Marjan kini bahkan dianggap sebagai salah satu pertanda bahwa Ramadan telah tiba di Indonesia.
Iklan televisi bertema Ramadan yang konsisten setiap tahun semakin memperkuat citra Marjan sebagai “sirupnya bulan puasa”.
Sirup Marjan pertama kali diproduksi pada 1970-an oleh PT Suba Indah yang didirikan pengusaha Saleh Kurnia, sebuah perusahaan yang memulai bisnis di bidang minuman dan makanan olahan.
Tak banyak yang tahu, bahwa Saleh Kurnia juga merupakan pendiri supermarket Hero, salah satu toko ritel modern yang pertama hadir di Indonesia.
Merangkum pemberitaan Tribunnews dan KONTAN, Saleh Kurnia bersama rekannya, Phang Kang Hoat, mendirikan pabrik produk makanan dan minuman di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok.
Pada awalnya, PT Suba Indah hendak memproduksi produk susu yang dikerjasamakan dengan perusahaan lain, Nutricia, namun batal di tengah jalan pada 1977.
Gagal dalam bisnis susu, PT Suba Indah mencoba peruntungan dengan masuk ke produk sirup pemanis.
Lahirlah produk sirup pertamanya yang diberi nama Sanquick.
Perusahaan ini baru menciptakan produk sirup Marjan pada tahun 1980.
Varian pertama sirup ini adalah rasa cocopandan dan melon dan masih bertahan sampai saat ini.
Sirup Marjan rupanya laris manis melampai sirup Sanquick yang lebih dulu ada.
Pada setiap bulan puasa, penjualannya meningkat drastis.
Penjualan yang apik ini karena didukung perilaku konsumen di Indonesia.
Di mana selain dikonsumsi minuman sirup siap minum, Marjan banyak digunakan sebagai tambahan seperti untuk puding, penambah rasa kelapa muda, es serut, es buah, dan sebagainya.
Namun demikian, persaingan di industri sirup manis tergolong sangat sengit, banyak perusahaan besar bermodal kuat juga terjun ke bisnis ini.
Kondisi inilah yang mendorong produsen Marjan jor-joran beriklan, terutama di televisi.
Strategi marketingnya unik, yakni hanya fokus iklan pada momen jelang Ramadan.
Belanja iklan yang besar cukup berhasil, dan brand ini tertanam kuat di masyarakat sebagai produk sirup yang identik dengan puasa.
Sebagaimana dikutip situs resmi perusahaan, pada tahun 2002, PT Suba Indah diakuisi PT Lasallefood Indonesia.
Perusahaan ini juga terkenal dengan produk saus tomat Del Monte dan mayonnaise Maestro.
Jadi sudah tahu kan siapa pemilik Sirup Marjan?
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.