SERAMBINEWS.COM - Relawan kemanusiaan sekaligus konten kreator, Vilmei, kembali memberikan laporan kondisi terbaru dari wilayah terdampak banjir besar di Aceh.
Kali ini, ia tiba di Aceh Tamiang, salah satu daerah yang disebut warga paling parah terdampak dan hingga kini masih kekurangan makanan, air bersih dan akses komunikasi.
Dalam unggahan terbarunya, Rabu (10/12/2025), Vilmei menceritakan bahwa sepanjang jalan menuju lokasi, ia melihat pemandangan memilukan.
Banyak warga berdiri di pinggir jalan sambil membawa baskom, berharap ada warga atau relawan yang datang dan memberikan bantuan.
“Banyak yang sudah kelaparan. Sepanjang jalan ada warga bawa baskom, kayak berharap ada yang datang dan kasih makanan,” ujar Vilmei.
Menurutnya, kondisi Aceh Tamiang pada 9 Desember menunjukkan progres pembersihan yang cukup cepat di beberapa titik.
Namun, kebutuhan dasar masyarakat masih jauh dari kata terpenuhi.
Vilmei mengatakan wilayah yang ia datangi masih gelap total karena listrik belum hidup.
Akses komunikasi pun terputus.
“Di sini nggak ada listrik, nggak ada jaringan sama sekali,” katanya.
Ia juga menggambarkan kondisi lingkungan yang dipenuhi bau menyengat dari lumpur dan material banjir.
“Bau anyir sepanjang jalan. Benar-benar beda. Warga juga sudah banyak yang kelaparan,” ujarnya.
Dalam video itu, Vilmei turut menyampaikan rasa terima kasih kepada puluhan ribu orang yang ikut berdonasi melalui penggalangan dana yang ia buka.
Total donasi telah mencapai 5 miliar rupiah dari 82.309 donatur.
Namun yang paling menyentuh, kata Vilmei, bukan nominalnya, tetapi banyaknya orang yang tergerak untuk membantu.
“Dari 5 miliar itu, ada uang aku 25 ribu. Dan kalian juga. Tanpa donasi 10 ribu, 25 ribu, kita nggak akan sampai di titik 5 miliar ini,” katanya.
Ia menegaskan bahwa bantuan sekecil apa pun dari masyarakat sangat berarti, terutama melihat langsung kondisi warga yang masih kesulitan makan dan minum.
Vilmei menyebut kehadirannya di Aceh Tamiang merupakan bentuk komitmennya untuk meneruskan misi kemanusiaan di berbagai titik banjir di Sumatera.
“Aku bersama kalian menjadi bukti kalau kita sama-sama peduli dengan Sumatra. Mereka nggak sendirian,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh donasi akan disalurkan untuk membantu warga di titik-titik yang paling membutuhkan, termasuk Aceh Tamiang yang kini masih berjuang memulihkan diri.
Di lapangan, warga yang ditemui Vilmei mengatakan mereka membutuhkan berupa makanan siap saji, air bersih, logistik dasar dan bantuan untuk membersihkan rumah yang tertimbun lumpur.
Sebagian besar belum menerima bantuan karena akses jalan terputus dan alat berat belum dapat masuk.
Vilmei menutup laporannya dengan pesan bahwa bantuan harus terus mengalir, karena warga masih bertahan dengan kondisi sangat terbatas.
“Terima kasih banyak untuk semua yang sudah donasi. Sekarang aku sudah sampai di Aceh Tamiang. Kita bantu sama-sama,” katanya.
(Serambinews.com/Firdha)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.