Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
DOBO, TRIBUNAMBON.COM – Ajang Road Race Kabupaten Kepulauan Aru di Dobo berubah menjadi duka.
Pembalap andalan tim AMR, Mauzali Fauzan Tuasikal atau yang akrab disapa Ojan Tuasikal (165), kini dalam kondisi kritis usai mengalami kecelakaan hebat di lintasan, Rabu (17/12/2025).
Insiden tragis tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIT saat sesi Kualifikasi (QTT) Kelas Matic 150cc di sirkuit non-permanen kawasan perkantoran Bupati Kepulauan Aru.
Baca juga: Tradisi Santa Claus di Ambon Tercoreng, Pria Gaun Pengantin dan Kaos Tak Senonoh Tuai Kecaman
Baca juga: APBD SBT 2026 Turun Rp. 72,7 Miliar, Fraksi PAD Soroti Kinerja OPD
Pihak keluarga sekaligus mekanik tim AMR, Achonk, mengungkapkan bahwa Ojan mengalami luka yang sangat serius akibat hantaman di lintasan yang dinilai tidak aman tersebut.
"Ojan mengalami patah tulang di tangan kanan dan kiri, patah rahang, serta mengalami pendarahan yang luar biasa. Saat ini ia masih kritis dan dalam perawatan intensif di ruang ICU RSUD Cendrawasih Dobo," ungkap Achonk kepada TribunAmbon.com, Kamis (18/12/2025).
*Panitia Dituding Abaikan Keselamatan*
Kecelakaan ini memicu kemarahan pihak keluarga dan tim.
Panitia penyelenggara serta Ikatan Motor Indonesia (IMI) Maluku dinilai lalai karena mengabaikan standar keselamatan (safety) sirkuit.
Achonk membeberkan bahwa para pembalap sebenarnya sudah mengeluhkan kondisi sirkuit sebelum balapan dimulai.
Mereka meminta panitia untuk merubah atau menambah pengaman di tepi sirkuit, namun permintaan itu tidak diindahkan.
"Kami merasa sangat dirugikan. Sirkuit ini tidak safety sama sekali. Pimpinan lomba bahkan sudah menyampaikan agar sirkuit diubah, tapi panitia tidak menggubrisnya," tegasnya.
Ironisnya, Ojan Tuasikal merupakan korban kedua di titik yang sama.
Sebelumnya, pembalap Marco Sitanala juga terjatuh di tikungan tersebut hingga mengalami cedera parah pada tempurung lutut.
Meski sudah ada korban jatuh, panitia disebut tetap bersikeras melanjutkan lomba tanpa melakukan perbaikan pada pengaman lintasan.
"Ini bukan kejadian pertama. Marco Sitanala sudah jadi korban di tikungan yang sama. Ojan sekarang jadi korban kedua karena terpeleset di titik yang sama. Kami meminta pertanggungjawaban penuh dari pihak panitia," tambah Achonk.
Pihak keluarga berharap adanya investigasi mendalam terkait prosedur keselamatan dalam event ini.
Kondisi sirkuit yang menggunakan area perkantoran bupati ini kini menjadi sorotan tajam bagi komunitas otomotif di Maluku.
Terutama mengenai kelayakan izin dan pengawasan teknis di lapangan. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.