Jayapura (ANTARA) - Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Tri Purwanto menyebutkan dua pucuk senjata api milik Kodim 1710/ Mimika dibawa kabur oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menembaki prajurit saat berada di Mille 50, Distrik Tembagapura.
"Dua pucuk senjata api organik TNI-AD yang dibawa kedua prajurit, diambil KKB," kata Kapendam XVII Cendrawasih, Kamis.
Dihubungi dari Jayapura, ia menyebutkan salah satu senpi itu adalah senjata aras panjang beserta amunisi.
"Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengevaluasi kejadian tersebut. Kodam XVII/Cenderawasih tetap berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dan objek vital nasional," katanya.
Ia menyebutkan jenazah Sertu Arifin Cepa, anggota Koramil 1710-04/Tembagapura, Kamis (12/2), sudah dimakamkan di Timika, ibukota Kabupaten Mimika.
Rekannya Serka Hendrikus dan Herman Rustaman, karyawan kontraktor KPI, PT Freeport Indonesia masih dirawat di rumah sakit.
"Ketiganya menjadi korban penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang mengklaim sebagai bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM)," kata Kapendam.