TRIBUNKALTIM.CO - Tanggal 17 Februari 2026, bakal ada Gerhana Matahari Cincin (GMC).
Fenomena astonomi Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 mendatang adalah gerhana pertama di tahun ini.
Seperti dilansir dari Space, Kamis (12/2/2026), proses terjadinya Gerhana Matahari Cincin tersebut akan mulai pada 04.56 EST (16.56 WIB) dan mencapai puncaknya sekitar 07.12 EST (19.12 WIB).
Sayangnya, fenomena astronomi Gerhana Matahari Cincin 17 Februari akan lebih banyak disaksikan oleh penguin dibandingkan manusia.
Baca juga: Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Proses Terjadinya, Apakah Bisa Dilihat di Indonesia?
Lantaran jalur annularitas atau wilayah yang dapat menyaksikan “cincin api” tampak sempurna hanya melintasi benua Antartika bagian barat hingga pesisir Laut Davis di Samudera Selatan.
Jalur lintasan Gerhana ini membentang sepanjang 4.282 kilometer dengan lebar 616 kilometer.
Meski demikian, fase parsial gerhana dapat diamati lebih luas, yakni di seluruh Antartika, Afrika tenggara, ujung selatan Amerika Selatan, serta sebagian wilayah Samudra Pasifik, Hindia, Atlantik, dan Selatan.
Gerhana matahari cincin akan dimulai di atas daratan benua Antartika dan berakhir di lepas pantai Laut Davis di Samudera Selatan.
Gerhana selanjutnya akan terjadi hanya dua pekan setelah Gerhana Matahari Cincin.
Sebagian masyarakat dunia bisa kembali menyaksikan gerhana bulan total pada 3–4 Maret 2026, saat bayangan Bumi membuat Bulan tampak merah darah.
Fenomena “bulan merah” ini diperkirakan dapat diamati selama sekitar 58 menit di wilayah barat Amerika Utara, Australia, Selandia Baru, dan Asia Timur.
Berbeda dengan gerhana matahari cincin yang disaksikan terbatas, hampir 31 persen populasi dunia atau sekitar 2,5 miliar orang berpeluang melihat gerhana total tersebut.
Kendati demikian untuk gerhana bulan total 3-4 Maret 2026 tidak bisa disaksikan dari wilayah Indonesia.
Sementara itu, setelah peristiwa “cincin api” pada 17 Februari, gerhana matahari cincin berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 6 Februari 2027.
Gerhana matahari cincin tersebut hanya akan terlihat dari sejumlah lokasi di Amerika Selatan serta Afrika Barat.
Menurut Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika dari Pusat Riset Antariksa Badan Riset Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin fenomena astronomi gerhana matahari cincin tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia.
"Gerhana Matahari Cincin (GMC) 17 Februari 2026 hanya terlihat dari wilayah Antartika," ujarnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (19/1/2026).
Meski demikian, sejumlah negara seperti Chile, Argentina, dan Afrika Selatan dapat menyaksikan gerhana matahari sebagian di waktu yang bersamaan.
Ia juga mengungkapkan alasan mengapa wilayah Indonesia tidak bisa menyaksikan gerhana matahari cincin maupun gerhana matahari sebagaian.
Menurut Thomas, wilayah Indonesia tidak bisa menyaksikan lantaran disebabkan oleh konfigurasi posisi Bumi, Bulan, dan Matahari yang membentuk jalur gerhana jauh dari wilayah Nusantara.
“GMC dan GMS tidak dapat dilihat dari Indonesia karena konfigurasi Bumi–Bulan–Matahari membentuk jalur gerhana di Pasifik Selatan dan Antartika,” jelasnya.
Karena jalur gerhana tidak melintasi Indonesia, BRIN pun tidak mengeluarkan imbauan khusus kepada masyarakat terkait pengamatan gerhana kali ini.
Meski demikian, Thomas menyebut Indonesia tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menyaksikan fenomena serupa.
“Gerhana Matahari Cincin berikutnya yang melintasi Indonesia terjadi pada 21 Mei 2031, dan akan melewati Kalimantan, Sulawesi, serta Maluku,” ungkapnya.
Fenomena tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu peristiwa astronomi paling dinanti di Tanah Air dalam dekade mendatang.
Menurut Space.com, pada 17 Februari 2026, sekitar 96 persen cakram Matahari akan tertutupi oleh Bulan, membentuk cincin api yang langka.
Durasi maksimum fase cincin ini diperkirakan berlangsung selama 2 menit 20 detik, dan hanya dapat dilihat dari jalur sempit di wilayah Antarktika yang sangat terpencil.
Kondisi geografis tersebut membuat hanya sedikit orang yang dapat menyaksikan langsung gerhana matahari cincin ini.
Sebagian besar pengamat yang berpotensi melihatnya adalah para peneliti yang sedang bertugas di stasiun ilmiah di Antarktika.
Waktu Fase Gerhana 17 Februari 2026
Baca juga: Ada Gerhana Matahari 2026? Empat Fenomena Astronomi Februari 2026, Cek Jadwalnya
(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.