Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia resmi membuka Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Dengan dibukanya SERAMBI 2026, masyarakat bisa menukarkan uang baru untuk Ramadan dan Idulfitri 2026.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo mengatakan secara nasional BI menyediakan uang layak edar (ULE) sebesar Rp185, 6 triliun, sementara untuk DIY sebesar Rp4, 99 triliun atau meningkat 8,24 persen (yoy) dibandingkan dengan tahun lalu yang sebesar Rp4,61 triliun.
“Hal ini merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dan perbankan untuk menjaga ketersediaan uang Rupiah di masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri tahun 2026,” katanya melalui keterangan resmi.
Masyarakat dapat melakukan penukaran uang Rupiah selama periode SERAMBI 2026 di DIY mulai 23 Februari hingga 12 Maret 2026 di lokasi-lokasi strategis seperti masjid, kantor bank umum, dan lokasi penukaran uang terpadu.
Layanan penukaran uang Rupiah melalui kas keliling, penukaran terpadu, dan kantor bank umum, dapat dilakukan melalui apllikasi PINTAR dengan alamat https://pintar.bi.go.id.
Masyarakat dapat mengakses aplikasi tersebut untuk melakukan pemesanan sesuai jadwal dan lokasi yang diinginkan.
Besarnya paket penukaran uang setiap orang sebesar Rp5.300.000, dengan rincian pecahan Rp50.000 sebanyak 50 lembar, Rp20.000 sebanyak 50 lembar, Rp10.000 sebanyak 100 lembar, Rp5.000 sebanyak 100 lembar, Rp2.000 sebanyak 100 lembar, Rp1.000 sebanyak 100 lembar.
“Selain menggunakan ULE, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai kanal transaksi pembayaran digital melalui mobile dan internet banking, serta QRIS dan BI-Fast untuk berbagai kebutuhan pembayaran,” ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat Indonesia untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Cinta Rupiah diwujudkan dengan mengenali ciri keaslian uang Rupiah melalui 3D yakni Dilihat, Diraba, Diterawang.
Tak hanya itu, masyarakat juga perlu merawat Rupiah melalui 5J yaitu Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi.
“Rupiah tidak hanya sebagai alat pembayaran yang sah dalam kegiatan perekonomian nasional, tetapi juga merupakan simbol kedaulatan bangsa. Perilaku bijak berbelanja sesuai kebutuhan, berbelanja produk dalam negeri untuk mendukung UMKM nasional, serta menabung dan berinvestasi guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan merupakan bentuk paham Rupiah,” imbuhnya.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, membuka kas keliling di dua masjid di Kota Yogyakarta, sedangkan Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo dan Gunungkidul masing-masing sebanyak satu masjid. Penukaran dilayani pada 23-26 Februari 2026.
Sebanyak 34 bank umum akan membuka layanan penukaran uang bagi masyarakat mulai 25 Februari- 12 Maret 2026.
Bank Indonesia DIY bersama 9 bank akan membuka layanan penukaran uang terpadu di Halaman Pendopo Graha Wanabhaktiyasa pada 3-5 Maret 2026. (maw)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.