TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 61 atlet dipastikan lolos tahapan seleksi yang digelar National Paralympic Committee Sumatera Utara (NPC Sumut) untuk mengikuti program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sebagai persiapan menghadapi Peparnas 2028.

Seleksi tersebut diikuti total 120 atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor). Setelah melalui rangkaian tes fisik dan keterampilan, lebih dari separuh peserta dinyatakan memenuhi standar untuk masuk dalam skuad sementara Pelatda.

Sebanyak 12 cabang olahraga ambil bagian dalam proses seleksi ini, yakni atletik, judo, angkat berat, tenis meja, tenis lapangan, taekwondo, catur, boccia, panjat tebing, panahan, renang, dan bulutangkis. Seluruh atlet dari masing-masing cabor menjalani serangkaian item tes yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik olahraga mereka, mulai dari tes daya tahan, kekuatan, kecepatan, hingga keterampilan teknik dasar.

Ketua NPC Sumut, Alan Sastra Ginting, mengungkapkan hasil tes fisik para atlet secara umum menunjukkan capaian yang menggembirakan. Ia menyebutkan sekitar 80 persen atlet yang mengikuti seleksi mencatatkan hasil yang baik.

“Sudah keluar semua hasilnya. Kemarin hampir 80 persen itu bagus. Hanya beberapa atlet yang sedikit kurang, tapi masih dalam standar dan tetap bisa mengikuti Pelatda,” kata Alan kepada Tribun Medan melalui seluler, Minggu (1/3).

Meski demikian, Alan menegaskan pihaknya akan tetap melakukan evaluasi secara berkala. Ia telah menyampaikan kepada para pelatih agar terus meningkatkan kualitas pembinaan, terutama bagi atlet-atlet yang masih tergolong pemula namun memiliki potensi besar.

Baca juga: Laga Penutup Proliga 2026, Medan Falcons Tirta Bhagasasi Raih Kemenangan Perdana

Menurutnya, dari hasil tes terlihat sejumlah atlet muda menunjukkan perkembangan fisik yang menjanjikan. Karena itu, NPC Sumut membuka peluang bagi atlet-atlet potensial tersebut untuk terus dibina hingga mendekati keberangkatan Peparnas 2028. “Walaupun Pelatda ini masih berjalan, kita akan lihat progresnya. Kalau ada atlet yang jalan di tempat atau tidak menunjukkan peningkatan, kita akan lakukan degradasi dan memberikan kesempatan kepada atlet muda yang potensial dan memiliki peningkatan fisik maupun prestasi yang bagus,” tegasnya.

Program promosi dan degradasi sendiri belum diberlakukan dalam tahap awal Pelatda ini. Namun, mekanisme tersebut dipastikan akan menjadi bagian dari strategi pembinaan agar persaingan tetap sehat dan performa atlet terus meningkat.

Alan juga menyampaikan bahwa dari 120 atlet yang mengikuti tes fisik dan keterampilan, sementara ini 61 atlet yang dimasukkan ke dalam program Pelatda. Ia membuka kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah pada tahun depan.

“Kita sudah sharing dengan Dispora untuk persiapan menuju Peparnas 2028. Kadispora sangat respons dan memberikan dukungan penuh. Mungkin tahun depan akan kita tambah lagi jumlah atletnya,” katanya.

Selain fokus pada Peparnas, NPC Sumut juga menargetkan kontribusi lebih besar di level internasional. Untuk agenda multi event internasional tahun depan, pihaknya akan memprioritaskan sejumlah atlet untuk mengikuti seleksi nasional (seleknas) yang akan digelar National Paralympic Committee Indonesia.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kontribusi atlet-atlet disabilitas asal Sumatera Utara di panggung nasional maupun internasional. “Keinginan kita dari pengurus, dan saya pribadi, ingin capaian kita lebih baik lagi di Peparnas 2028. Kita juga ingin atlet Sumut bisa berkontribusi lebih besar di level internasional dibanding sebelumnya,” pungkas Alan. (cr29/Tribun-Medan.com)

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.