GridHealth.id -Vitamin C dikenal sebagai salah satu nutrisi penting yang punya segudang manfaat—mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh hingga menjaga kesehatan kulit.
Tak heran kalau banyak orang rutin mengonsumsi suplemen vitamin C, apalagi saat cuaca tidak menentu atau saat merasa tubuh mulai “drop”.
Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas: apakah konsumsi vitamin C berlebihan bisa memicu batu ginjal?
Vitamin C atau asam askorbat adalah vitamin larut air yang berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh.
Nutrisi ini membantu pembentukan kolagen, meningkatkan penyerapan zat besi, serta berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan.
Karena tidak diproduksi oleh tubuh, asupan vitamin C harus dipenuhi dari makanan seperti jeruk, kiwi, stroberi, paprika, hingga sayuran hijau.
Selain itu, banyak juga yang mengandalkan suplemen untuk memenuhi kebutuhan harian.
Kabar bahwa konsumsi vitamin C berlebihan bisa memicu batu ginjal ternyata bukan sekadar mitos.
Secara ilmiah, ada kaitan antara asupan vitamin C dosis tinggi dengan peningkatan risiko terbentuknya batu ginjal, khususnya jenis batu kalsium oksalat.
Begini penjelasannya: ketika tubuh mengolah vitamin C dalam jumlah besar, sebagian akan diubah menjadi oksalat. Zat ini kemudian dikeluarkan melalui urine.
Jika kadarnya terlalu tinggi, oksalat bisa berikatan dengan kalsium dan membentuk kristal yang lama-kelamaan menjadi batu ginjal.
Siapa yang Perlu Waspada?
Tidak semua orang otomatis berisiko tinggi. Namun, beberapa kelompok sebaiknya lebih berhati-hati, seperti:
1. Orang dengan riwayat batu ginjal
2. Individu yang sering mengonsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi (lebih dari 1.000 mg per hari).
3. Mereka yang kurang minum air putih
Kurangnya cairan dalam tubuh juga bisa memperparah kondisi karena urine menjadi lebih pekat, sehingga mempermudah pembentukan kristal.
Kebutuhan vitamin C harian sebenarnya tidak terlalu besar. Untuk orang dewasa, angka kecukupan gizi (AKG) berkisar antara 75–90 mg per hari.
Sementara itu, batas atas konsumsi yang masih dianggap aman umumnya sekitar 2.000 mg per hari.
Mengonsumsi vitamin C dari makanan alami cenderung lebih aman dibandingkan suplemen dosis tinggi.
Selain itu, tubuh biasanya akan membuang kelebihan vitamin C melalui urine, tetapi tetap ada risiko jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang.
Agar tetap mendapatkan manfaat tanpa efek samping, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Utamakan sumber alami seperti buah dan sayur.
- Hindari konsumsi suplemen dosis tinggi tanpa anjuran dokter.
- Perbanyak minum air putih untuk membantu proses metabolisme.
- Sesuaikan asupan dengan kebutuhan tubuh
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.