Pertanyaan:
“Dokter, pekerja kantoran kalau sudah duduk di depan komputer atau mungkin duduk di depan laptop nih, Dok, sebaiknya maksimal tuh berapa jam?”
(Pertanyaan dari jurnalis TribunHealth.com, dalam Healthy Talk ‘Risiko Saraf Kejepit pada Pekerja Kantoran’ pada Sabtu, 7 Februari 2026)
Jawaban Dokter Spesialis Neurologi RS Kasih Ibu Solo, dr. Ema Ratna Kartinawati, Sp.N:
“Oh, iya.
Kalau dari beberapa literatur, ya, memang menyarankan minimal lah ya, paling minimal 30 menit.
Tapi kan kita enggak mungkin nih setiap 30 menit gerak gitu ya.
Jadi ya, minimal 1 jam, kalau bagi saya 1 jam sampai maksimal 3 jam kita bertahan di satu posisi untuk kerja.
Nah, kita harus ambil aktivitas lain, kayak misalkan stretching, ya peregangan.
Kalau memang banyaknya duduk, kita coba untuk berdiri atau berjalan, gitu, untuk meregangkan otot-otot, gitu.
Karena kalau ototnya udah tegang, spasma, itu akan lebih rentan untuk terjadi tadi saraf terjepit tadi, gitu.”
Lantas berapa frekuensi untuk ambil waktu stretching? Simak penjelasan lengkapnya dalam tayangan berikut:
Baca juga: Pekerja Kantoran yang Banyak Duduk Apakah Perlu Ambil Waktu untuk Peregangan?
Saraf kejepit adalah kondisi di mana saraf mengalami tekanan dari jaringan di sekitarnya, seperti otot, tulang, tulang rawan, atau jaringan ikat.
Tekanan ini menyebabkan peradangan pada saraf, mengganggu impuls saraf, serta menurunkan suplai nutrisi dan darah ke saraf tersebut.
Akibatnya, timbul berbagai gejala yang bisa berkembang dari ringan hingga berat jika dibiarkan.
Kondisi ini tidak hanya menyerang orang tua atau pekerja berat, tetapi juga pekerja kantoran yang duduk lama di depan layar, pengguna gadget dengan postur tidak ergonomis, serta mereka yang melakukan aktivitas monoton berulang seperti mengetik atau memegang mouse.
Kurangnya peregangan dan stres kronis yang memicu ketegangan otot juga menjadi faktor risiko utama.
Bagian tubuh yang paling sering terkena meliputi leher (servikal) akibat kebiasaan menunduk, punggung bawah (lumbosakral) karena duduk terlalu lama dengan postur buruk, serta pergelangan tangan (CTS/Carpal Tunnel Syndrome) akibat aktivitas berulang.
Pada tahap awal, penderita biasanya merasakan pegal-pegal atau tegang di area pundak dan punggung, disertai kaku otot.
Jika berlanjut, muncul gejala kesemutan, kebas, atau nyeri menjalar seperti tersetrum atau terbakar yang merupakan ciri khas nyeri neuropatik.
Pada tahap berat, dapat terjadi kelemahan anggota gerak seperti sulit menggenggam atau sering jatuh, bahkan gangguan fungsi BAB dan BAK pada kasus saraf tulang belakang.
(TribunHealth.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.