BANGKAPOS.COM, BANGKA — Pembuatan kartu kuning atau kartu pencari kerja (AK-1) di Kabupaten Bangka mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan tersebut terjadi seiring dibukanya lowongan kerja di salah satu perusahaan yang baru berdiri di wilayah setempat.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakerperindag Kabupaten Bangka, Insyira Subagia, mengatakan jumlah pencari kerja yang membuat kartu kuning sejak Januari hingga April 2026 tercatat cukup tinggi.

"Pada dasarnya cukup banyak pencari kerja yang membuat kartu kuning. Dari Januari sampai April 2026 ini sudah mencapai 658 orang yang membuat AK-1," kata Insyira saat ditemui di ruang kerjanya di kantor Disnakerperindag Kabupaten Bangka di lingkungan Pemda Bangka, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan jumlah pemohon kartu kuning terjadi karena adanya beberapa perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan, termasuk perusahaan baru yang membutuhkan tenaga kerja.

Menurutnya, rata-rata setiap hari terdapat sekitar 50 hingga 100 pencari kerja yang datang untuk membuat kartu kuning di kantor Disnakerperindag.

"Jumlahnya meningkat, setiap hari hampir 50 sampai 100 pencari kerja yang membuat AK-1 di Disnakerperindag," ujarnya.

Insyira menambahkan, lonjakan signifikan mulai terlihat dalam dua minggu terakhir setelah adanya pembukaan lowongan kerja di salah satu perusahaan baru.

"Mulai dari dua minggu yang lalu sudah mulai ramai, semenjak dibukanya perusahaan baru itu, adik-adik kita langsung membuat AK-1 untuk melamar pekerjaan," jelasnya.

Dalam satu minggu terakhir, jumlah pencari kerja yang membuat kartu kuning tercatat mencapai hampir 500 orang. Namun demikian, peluang kerja yang tersedia masih terbatas sehingga para pelamar harus bersaing untuk mendapatkan pekerjaan.

"Selama satu minggu ini hampir 500 orang lebih yang membuat AK-1, tetapi kebutuhan tenaga kerja di perusahaan tersebut sekitar 40 orang saja," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya membantu pencari kerja dengan memberikan pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan, seperti pelatihan barista dan tata boga.

Pelatihan tersebut diberikan secara gratis sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat agar dapat bekerja atau membuka usaha mandiri.

"Kita siapkan pelatihan dan fasilitas usaha bagi mereka yang belum bekerja, sehingga bisa mandiri dan memiliki keterampilan," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Zaky Nur Hakim)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.