TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Detik-detik kecelakaan maut yang menewaskan seorang pelajar di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menyisakan trauma bagi warga sekitar. Salah satunya adalah Okto, pemilik gerai pulsa AO Cell yang berada tepat di lokasi kejadian.

Saat peristiwa itu terjadi pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 11.05 WITA, Okto sedang beraktivitas santai di depan tokonya. 

Namun, ketenangan siang itu mendadak pecah oleh suara benturan logam yang sangat keras.

Baca juga: Jangan Sepelekan Nyeri di Kaki, Kenali Gejala Saraf Neuropati Perifer Sejak Dini

Baca juga: Lansia Asal Donggala Hilang saat Melayat ke Pasangkayu, Ditemukan Lemas di Hutan Lindung Wulai

Mengenakan kaos hitam bertuliskan "AO CELL", Okto tampak masih mengingat jelas rasa panik yang menyerangnya. 

Saat itu, ia sedang membelakangi jalan raya karena sibuk membersihkan etalase kaca miliknya.

"Saya persis tidak melihat (proses) tabrakannya, tapi saya mendengar benturan. Suaranya sangat keras," kenang Okto saat ditemui di lokasinya, Jumat (17/4/2026).

Seketika ia menoleh ke arah sumber suara, pemandangan memilukan sudah tersaji di depan matanya. 

Sebuah sepeda motor dan mobil Kijang terlibat tabrakan hebat dari arah berlawanan.

Okto langsung berlari keluar hendak menolong. 

Ia mendapati sang pengendara motor, Andre Palulungan (19), sudah terkapar tak bergerak di atas aspal panas.

"Pas saya lihat, helm korban sudah terlepas, tidak ada lagi di kepalanya. Tapi saya lihat ada serpihan-serpihan helm di aspal, kemungkinan pecah karena benturan keras itu," ungkapnya dengan nada getir.

Berbeda dengan pengendara, rekan perempuan yang dibonceng Andre masih mengenakan helm yang terpasang di kepala, meski ia mengalami luka patah tulang kaki yang cukup parah. 

Warga kemudian mengevakuasi para korban ke depan toko milik Okto sebelum akhirnya ambulans datang.

Kronologi Polisi

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, membenarkan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor yang dikendarai Andre dan mobil Kijang milik seorang teknisi AC berinisial IM (31).

Kedua kendaraan diduga melaju kencang dan sama-sama mencoba mendahului kendaraan di depan mereka saat berada di jalur tanjakan dan tikungan.

Sepeda motor menghantam bagian samping kanan (pintu belakang) mobil Kijang.

Kepala korban terbentur keras pada kaca jendela belakang mobil hingga pecah, yang menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Saat ini, rekan korban tengah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Mamuju.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.