Jakarta -

Manchester City terus menjaga asa menjuarai Liga Inggris usai mengalahkan Arsenal 2-1. Dua gol The Citizens dicetak oleh Rayan Cherki dan Erling Haaland.


Laga sengit tersebut tersaji di Stadion Etihad, Minggu (19/4/2026). Kemenangan tim asuhan Pep Guardiola membuat persaingan gelar Liga Inggris semakin memanas.


Terlepas dari hasil akhir, di pertandingan yang super ketat tersebut, dua momen yang menarik perhatian banyak penonton adalah selebrasi Haaland dan Cherki yang tidak seperti biasanya.




Alih-alih melakukan selebrasi meditasi atau knee slide, keduanya terlihat berhenti sejenak dan tampak sangat 'tenang'. Seakan-akan menujukkan kepada dunia, 'who is the boss' atau siapa bosnya.


Bukan Sekadar 'Tengil', tapi Efikasi Diri


Di level sepakbola elit, setiap pemain tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mengolah si kulit bundar yang baik. Lebih dari itu, mereka harus memiliki Self-efficacy (efikasi diri) yang baik.




Ini adalah keyakinan atau kepercayaan diri seseorang terhadap kemampuannya untuk mengatur dan melaksanakan tindakan yang diperlukan dalam mencapai tujuan tertentu.


Psikolog kognitif sosial Albert Bandura mendefinisikan efikasi diri sebagai keyakinan pada kemampuan seseorang untuk mengatur dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk mengelola situasi yang mungkin terjadi.






Regulasi Emosi di Sepakbola


Gaya 'dingin' yang dipertontonkan Cherki dan Haaland, dalam kacamata psikologi, gestur ini bisa mencerminkan cara seseorang mengelola emosi, tekanan, dan identitas diri.


Di laga ketat sekalipun, dengan tekanan yang tinggi, pesepakbola tetap dituntut untuk dapat meregulasi emosi, dengan menahan euforia agar tetap fokus.


Dikutip dari Psychology Today, ketika pengendalian emosi gagal, orang sering mengatakan atau melakukan hal-hal yang kemudian mereka sesali dan berharap mereka mampu mengendalikan emosi mereka.


Dalam konteks sepakbola, terdapat bahaya nyata jika emosi seperti amarah, kecemasan, atau ketakutan tidak dikendalikan dengan baik. Salah satunya adalah kesulitan berpikir jernih, sehingga dapat membuang peluang yang ada di depan mata, atau melakukan pelanggaran yang berujung kartu.














Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.