Jakarta (ANTARA) - Perusahaan konsumer otomotif terkemuka di Indonesia, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (“MPMX”) menghadirkan komitmen nyata terkait pelestarian alam melalui program transplantasi terumbu karang di Desa Pasir Putih, Pulau Messah, Labuan Bajo, NTT, yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
GM Corporate Communication & Sustainability Natalia Lusnita menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam menghadirkan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat di wilayah operasional.
“Melalui program transplantasi terumbu karang ini, MPMX tidak hanya berupaya menjaga ekosistem laut, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Program ini dirancang sebagai inisiatif jangka panjang agar dapat memberikan dampak yang lebih terukur dan berkelanjutan,” kata Natalia Lusnita melalui keterangan resminya, Senin.
Pemilihan Pulau Messah sebagai lokasi program dilakukan berdasarkan hasil rekomendasi dan koordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo. Melalui kajian yang dilakukan, Pulau Messah diidentifikasi sebagai salah satu lokasi prioritas yang mengalami kerusakan terumbu karang yang cukup signifikan.
Selain itu, Pulau Messah berada di kawasan penyangga Taman Nasional Komodo yang memiliki peran penting dalam mendukung kelestarian ekosistem di kawasan konservasi tersebut.
Sejatinya kegiatan itu sudah dilaksanakan sebelumnya di tahun 2022-2025, dengan melakukan penanaman 100.000 mangrove di Desa Golo Sepang yang terintegrasi dengan program pemberdayaan masyarakat yaitu budi daya kepiting bakau dan pembinaan UMKM berbasis potensi lokal.
Keberhasilan program tersebut membuat MPMX melihat masih terdapat aspek lingkungan lain yang perlu mendapatkan perhatian, sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan dalam mendukung perekonomian masyarakat.
“Kami percaya, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal dan otoritas kawasan, menjadi kunci agar program ini dapat berjalan konsisten dan memberikan manfaat jangka panjang,” jelas Natalia.
Dengan semangat kolaborasi yang tertanam pada program ini, pihaknya mentargetkan penanaman sebanyak 500 bibit terumbu karang menggunakan 20-unit spider frame sebagai media transplantasi.
Ke depan, program ini dirancang tidak hanya berfokus pada aspek pelestarian lingkungan, tetapi juga akan dikembangkan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui identifikasi potensi lokal yang dapat mendukung peningkatan ekonomi warga secara berkelanjutan.