TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA – Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengalami peningkatan signifikan. Pos Pengamatan Gunung Api resmi menaikkan status dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), Selasa (12/5/2026).
Kepala Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman Yoseph, menyampaikan bahwa peningkatan status ini didasarkan pada hasil pemantauan aktivitas vulkanik periode 1–11 Mei 2026 yang menunjukkan tren kenaikan signifikan, terutama pada gempa vulkanik dalam.
“Peningkatan aktivitas menunjukkan adanya suplai magma atau fluida magmatik dari kedalaman yang cukup kuat menuju sistem gunung api,” ujarnya.
Dalam periode pengamatan tersebut, gempa Vulkanik Dalam (VA) tercatat mencapai 21–32 kejadian per hari pada awal Mei, kemudian menurun namun masih berada di atas kondisi normal. Selain itu, gempa Tremor Non-Harmonik juga terpantau tinggi dan stabil, dengan puncak mencapai 27 kejadian per hari.
Baca juga: Gunung Lewotobi 2 Kali Harmonik 22 Kali Tremor Non-Harmonik
Kondisi ini menunjukkan sistem fluida di bagian dangkal gunung masih aktif dan terus mengalami pergerakan. Sementara itu, gempa Low Frequency (LF) relatif rendah, namun menunjukkan adanya respons tekanan dari kedalaman menuju permukaan.
Dari hasil pengamatan visual, aktivitas permukaan seperti guguran dan hembusan sempat terlihat pada beberapa hari awal Mei. Asap solfatara juga terpantau pada bagian barat laut kawah.
Data deformasi tiltmeter Wolorona (WLR2) turut menunjukkan adanya inflasi yang mengindikasikan peningkatan tekanan di dalam tubuh gunung api. Pola ini memperkuat dugaan bahwa sistem magmatik Lewotobi sedang mengalami fase pengisian ulang tekanan.
Berdasarkan analisis tersebut, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini berada pada fase peningkatan tekanan magmatik yang berpotensi berkembang lebih lanjut jika tekanan terus bertambah di bagian dangkal.
Dengan kenaikan status ini, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Selain itu, warga di sekitar kawasan rawan bencana diminta mewaspadai potensi banjir lahar terutama saat hujan lebat, khususnya di daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki seperti Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.
Masyarakat juga diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut saat terjadi hujan abu untuk menghindari gangguan pernapasan.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.