-- Nasib tragis menimpa dua orang pemuda di wilayah Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Keduanya menjadi korban gigitan ular berbisa jenis weling saat sedang berkumpul di kawasan persawahan Landbow, Selasa (12/5/2026) malam.
Akibat insiden tersebut, satu orang pemuda berinisial UZS (18) alias Umar dilaporkan meninggal dunia.
Sementara itu, rekannya yang berinisial H (21) saat ini masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di RS UMMI Bogor.
Lurah Pasir Jaya, Rizki Dwi Nugraha, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB.
Menurut keterangan saksi, kedua pemuda tersebut mulanya sedang nongkrong di area sawah sebelum akhirnya menemukan seekor ular berwarna belang.
"Nah dia itu tidak sengaja melihat ular. Si ular ini langsung macok (matuk) agresif," ujar Rizki saat dihubungi wartawan, Rabu (13/5/2026).
Diduga karena tidak menyadari bahaya racun ular tersebut, kedua korban justru menjadikan ular weling itu sebagai mainan.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, ular tersebut bahkan sengaja dililitkan ke tangan salah satu korban sambil direkam menggunakan ponsel.
Setelah dipatuk, kedua korban tidak langsung mencari pertolongan medis dan memilih pulang ke rumah masing-masing. Gejala keracunan hebat atau envenomasi baru dirasakan korban pada waktu subuh.
"Sempat pulang. Lalu ada gejala seperti dehidrasi baru dibawa ke rumah sakit. Sudah pucat, mungkin racunnya baru masuk subuh infonya dia dibawa itu," tambah Rizki.
Ibu dari korban tewas, Aye (47), mengaku awalnya tidak mengetahui jika putranya telah dipatuk ular. Ia baru menyadari kondisi anaknya saat hendak membangunkan Umar untuk mengantar berkas sekolah.
"Tapi kok enggak bangun-bangun. Matanya juga enggak melek-melek, terus kayak sesak napas gitu," kata Aye di rumah duka.
Tetangga korban bahkan sempat mendengar Umar menangis pada waktu subuh, yang diduga akibat menahan rasa sakit yang luar biasa.
"Si Umarnya sendiri yang nyuruh enggak bilang ke saya kalau dia itu digigit ular," tuturnya lirih.
Keluarga kemudian melarikan Umar ke RS UMMI.
Namun, kondisi korban terus memburuk dan nyawanya tidak tertolong saat akan dirujuk ke rumah sakit lain karena kendala ketersediaan obat antibisa.
"Waktu dibawa keluar dari RS UMMI taunya itu kata dokter sudah enggak ada. Saya pasrah saja," ucap Aye.
Jenazah UZS saat ini telah dikebumikan oleh pihak keluarga di wilayah Ciapus. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk tidak sembarangan berinteraksi dengan satwa liar, terutama ular dengan ciri fisik belang (hitam-putih/hitam-kuning) yang dikenal memiliki bisa neurotoksin mematikan.
Pihak kelurahan mengimbau warga untuk segera melapor ke petugas pemadam kebakaran atau BPBD jika menemukan ular di sekitar pemukiman atau area publik guna menghindari jatuhnya korban jiwa kembali.
(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.