BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKA RAYA – Tujuh hari berlalu, keberadaan Endang Suarman (78), kakek yang dilaporkan hilang saat masuk ke hutan di Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), masih misterius.

Meski pencarian telah dilakukan dan sempat menemukan petunjuk berupa kapak, gergaji dan jerigen minum milik korban, namun keberadaan Endang tak diketahui. 

Operasi pencarian terhadap Endang Suarman pun akhirnya resmi dihentikan.

Koordinator Lapangan, Heru Kristianto mengatakan, petunjuk yang ditemukan hanya berupa kapak, gergaji, dan jerigen minum milik korban pada hari pertama pencarian.

Baca juga: Kakek  78 Tahun Hilang di Hutan Bukit Batu Palangkaraya, Pamit Ke Istri Cari Kayu

Barang-barang tersebut ditemukan di kawasan hutan belakang rumah korban, dengan jarak sekitar 1,5 kilometer dari permukiman warga.

“Kapak dan gergaji ditemukan berjarak sekitar 5 sampai 10 meter dari jerigen minumnya. Setelah itu tidak ada lagi petunjuk baru yang kami temukan,” kata Heru saat dikonfirmasi Tribunkalteng.com, Kamis (14/5/2026).

Tim SAR mulai memasuki lokasi kejadian sekitar pukul 22.00 WIB pada hari pertama dan menyusuri hutan selama kurang lebih satu setengah jam.

Namun, kondisi vegetasi yang sangat rapat menjadi salah satu kendala utama selama proses pencarian.

 Menurut Heru, kawasan yang disisir terdiri atas area perkebunan sawit dan hutan lebat yang cukup sulit dilalui.

Sejak penemuan awal tersebut, tidak ditemukan lagi barang milik korban maupun jejak yang mengarah pada keberadaan Endang Suarman.

“Jejak kaki pun tidak ada. Sebelumnya sempat ada tanda sepatu bot yang terseret, tetapi setelah hujan deras jejak itu hilang,” ujarnya.

Pencarian dilakukan tidak hanya pada siang hari, tetapi juga malam hari dengan bantuan masyarakat setempat.

Tim SAR turut mengoperasikan drone yang dilengkapi kamera thermal untuk mendeteksi panas tubuh, namun hasilnya tetap nihil.

Heru menyebut keluarga korban, khususnya anak perempuannya, Tina Sunartina, telah menerima keputusan penghentian operasi dengan ikhlas.

Keluarga menilai upaya pencarian sudah dilakukan secara maksimal oleh tim SAR, relawan, dan warga sekitar.

“Beliau sudah ikhlas, karena dari hari pertama hanya itu petunjuk yang ditemukan dan setelahnya tidak ada lagi tanda-tanda,” jelasnya.

Berdasarkan informasi dari warga dan pihak kelurahan, kawasan hutan tersebut memang pernah menjadi lokasi orang hilang.

Ada yang berhasil ditemukan dalam beberapa hari, namun ada pula yang tidak ditemukan hingga batas waktu pencarian.

Lebih lanjut, Heru mengimbau masyarakat agar tidak masuk ke hutan seorang diri.

Ia juga menyarankan agar warga memberi tanda di sepanjang jalur yang dilalui untuk memudahkan pencarian jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau masuk ke hutan sebaiknya didampingi teman dan beri tanda di jalur yang dilewati, misalnya dengan mematahkan ranting, supaya mudah dilacak,” tandasnya.

Baca juga: Nelayan Hilang Ditemukan Meninggal di Perairan Muarakintap Tanahlaut, Dimakamkan di TPU Kupang

Sebagai informasi, Endang Suarman dilaporkan hilang setelah berpamitan kepada keluarga untuk mencari kayu di kawasan hutan Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, pada Selasa (5/5/2026).

Namun hingga sore hari, kakek berusia 78 tahun tersebut tidak kunjung kembali ke rumah. 

Kondisi itu membuat pihak keluarga khawatir dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada petugas untuk dilakukan pencarian.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.