Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Persib Bandung saat ini tengah Mapag Juara (menjemput juara) Super League 2025/2026.
Syaratnya mudah. Tim Maung Bandung harus bisa memenangkan dua laga terakhir.
Malam nanti, Minggu (17/5/2026), Persib Bandung akan menghadapi tuan rumah PSM Makassar.
Berikut ini analisis laga menurut legenda Persib Bandung Asep Sumantri :
Untuk menjadi juara, Persib Bandung jangan berharap kepada tim lain. Di dua sisa pertandingan, harus bisa mendapat poin penuh, tiga poin di setiap pertandingan.
Tak jadi masalah skor berapa yang penting bisa memenangkan pertandingan.
Dua laga terakhir bagi Persib adalah final, dan final pertama menghadapi PSM Makassar, di Stadion Gelora BJ Habibie, Pare-para, Minggu (17/5/2026).
Apapun yang terjadi di kandang PSM Makassar, masih terdapat satu laga final terakhir di Stadion GBLA, lawan Persijap Jepara.
Amit-amit, misal Persib kalah di pekan ini dan Borneo menang, dan di pertandingan terakhir Persib menang dan Borneo Kalah, Persib tetap akan jadi juara.
Tapi jangan berharap Borneo kalah, pokoknya sisa pertandingan harus ambil poin penuh. Sehingga meski sama Borneo dapat poin penuh, Persib tetap aman, jadi juara.
Memang saat ini untuk lawan PSM cukup berat tanpa karena tanpa didampingi pelatih kepala, Bojan Hodak, pemain andalan Federico Barba dan Luciano Guaycochea. Hal tersebut lantaran mereka terkena akumulasi kartu kuning.
Kalau itung-itungan posisi klasemen, PSM sekarang tak akan juara dan tak akan terdegradasi, tapi dengan catatan khusus PSM itu pasti gengsi apalagi, bertanding sebagai tuan rumah.
Bagaimanapun mainnya, PSM pasti memiliki motivasi tinggi, sehingga pasti mental pemain Persib di sini diuji.
Sehingga laga nanti itu tergantung mental, tapi percaya mental pemain Persib, pasti berambisi merebut poin penuh. Meski tanpa Bojan pasti ada taktik dan siasat terbaik yang diterapkan.
Bahkan ada yang menyebut jangan sampai Persib selebrasi di sana, dengan kata lain jika tak boleh selebrasi berarti tak boleh menang, jadi itu merupakan salah satu psywar untuk menjatuhkan mental.
Yang penting mental siap strategi siap, dan jangan berharap kepada tim lain, tapi berjuang memikirkan tim Persib sendiri.
Absennya Bojan sebetulnya ada pengaruhnya bagi tim, tapi pasti terdapat motivasi lain yang dimiliki pemain Persib. Bojan juga pasti menyampaikan suntikan motivasinya, misal tak ada dirinya tetap harus tunjukan ini itu dan lainnya.
Samanya poin dengan Borneo juga pasti jadi motivasi para pemain Persib, untuk berjuang habis-habisan. Sebab jika Borneo menang di dua laga terakhir dan Persib juga menang, maka tetap Persib akan juara. Jadi harus oll out di sisa pertandingan ini.
Terlepas nanti hasilnya bagaimana, Bobotoh diharapkan tetap tidak berlebihan. Amit-amit Jika kalah jangan sampai emosi berlebih hingga merusak, dan jika menang jangan sampai euforia berlebih juga karena masih ada laga terakhir di Bandung.
Khawatirnya jika ada yang belerbihan, bisa membuat pengaruh ke laga selanjutnya, yang merupakan laga terakhir dan final bagi Persib. Takutnya berbuntut panjang, sampai ada larangan main di Bandung, sehingga bisa jadi merugikan semua.
Pokonya kalau menang harus disyukuri, menikmati, merayakan, jangan sampai merugikan orang lain. Sebab masih ada final kedua di Bandung, dan semoga Persib kembali juara hingga mencetak rekor hattrick juara Liga Indonesia.
Baca juga: Misi Hattrick Juara Persib Bandung Diuji di Parepare, Tanpa Bojan dan Pemain Kunci Maung
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.