TRIBUNJAKARTA.COM - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, akhirnya mengungkap alasan utama timnya gagal meraih gelar juara Super League 2025/2026.
Menurut Mauricio, masalah terbesar Persija musim ini justru terjadi saat bermain di kandang sendiri.
Padahal, Macan Kemayoran tampil sangat impresif dalam laga tandang sepanjang musim.
Persija sendiri harus puas mengakhiri kompetisi di posisi ketiga klasemen akhir dengan koleksi 71 poin.
Mauricio menilai, hasil kurang maksimal di kandang menjadi faktor yang membuat Persija gagal bersaing hingga akhir dalam perebutan trofi juara.
“Mengenai musim ini, saya rasa kami seharusnya bisa tampil lebih baik saat bermain di kandang,” kata Mauricio, dikutip dari laman Persija, Senin (25/5/2026).
“Saya rasa itulah yang menentukan posisi akhir di kompetisi,” lanjutnya.
Secara statistik, Persija sebenarnya tampil cukup konsisten musim ini.
Macan Kemayoran sama-sama mencatatkan 11 kemenangan di kandang maupun tandang.
Namun perbedaannya terlihat dari jumlah poin yang terbuang saat bermain di hadapan The Jakmania.
Persija tercatat empat kali bermain imbang saat menjamu Malut United, Bali United, Borneo FC, dan Dewa United.
Selain itu, Persija juga menelan dua kekalahan penting saat menghadapi Arema FC dan rival abadinya, Persib Bandung.
Di sisi lain, performa tandang Persija justru menjadi salah satu yang terbaik di kompetisi musim ini.
Tim ibu kota berhasil mengoleksi 34 poin dari laga away, hasil dari 11 kemenangan dan satu kali imbang.
Catatan itu membuat Persija menjadi salah satu tim paling konsisten saat bermain di luar kandang.
“Secara historis, tim yang bermain bagus di luar kandang biasanya memiliki keuntungan besar di kompetisi, dan kami adalah tim terbaik saat bermain tandang,” ujar Mauricio.
Meski demikian, Mauricio menyebut Persija kehilangan terlalu banyak poin penting di kandang sendiri.
“Kami meraih poin terbanyak di laga tandang. Namun, di kandang sendiri, kami kehilangan sekitar 11 poin,” tuturnya.
Mauricio juga menyinggung beberapa pertandingan yang semakin sulit setelah pemain Persija mendapat kartu merah.
Menurutnya, situasi tersebut ikut memengaruhi hasil akhir tim musim ini.
“Belum lagi beberapa pertandingan di mana ada pemain kami yang terkena kartu merah, yang akhirnya merugikan kami,” katanya.
Meski gagal menjadi juara, Mauricio tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap perjuangan para pemain Persija sepanjang musim.
Di bawah arahannya, Macan Kemayoran berhasil mencatat salah satu musim terbaik dalam satu dekade terakhir.
Raihan 71 poin musim ini bahkan menjadi catatan poin tertinggi Persija sejak era Liga 1 bergulir.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.