TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kebahagiaan pasangan pengantin baru asal Bekasi, Aldi (32) dan Feny (32), berubah menjadi kepanikan menjelang hari pernikahan mereka setelah mengetahui gedung resepsi belum dilunasi oleh wedding organizer (WO) yang mereka gunakan.
Pasangan tersebut mengaku telah membayar lunas paket pernikahan senilai Rp 85 juta kepada WO Marwah Catering Service yang berlokasi di kawasan Cakung, Jakarta Timur.
Namun, sehari sebelum acara berlangsung, pihak pengelola gedung Islamic Centre Bekasi menghubungi mereka dan menyebut pembayaran gedung belum diselesaikan.
Feny mengatakan, pihak Islamic Centre Bekasi menghubunginya pada 13 Mei 2026 dan menginformasikan bahwa WO baru membayar uang muka sebesar Rp 6 juta, sementara sisa pembayaran Rp 17,5 juta belum dilunasi.
Merasa panik karena acara tinggal menghitung hari, Aldi dan Feny akhirnya mendatangi gudang sekaligus kantor WO di kawasan Rorotan, Jakarta Utara, pada Jumat 22 Mei 2026 atau H-1 pernikahan.
Baca juga: Doa Malam Pertama Setelah Akad Nikah, Amalan Sunnah Penuh Berkah untuk Pengantin Baru
Namun, menurut Aldi, pihak WO terus memberikan alasan dan janji pembayaran tanpa kepastian. Bahkan, suami pemilik WO disebut beralasan deposito belum cair sehingga pembayaran belum bisa dilakukan.
Pasangan itu mengaku menunggu hingga malam hari menjelang akad dan resepsi, tetapi pelunasan gedung tak kunjung dilakukan.
Aldi dan Feny menceritakan kronologi dugaan penipuan wedding organizer (WO) dan katering bernama Marwah Catering Service yang menimpa mereka.
Feny mengaku awalnya mengetahui tentang Marwah Catering Service dari Instagram.
"Setelah itu saya tanyakan price list-nya. Di situ ada beberapa paket. Saya melakukan pembayaran DP (down payment atau pembayaran awal) dulu. Setelah DP, saya test food. Datang langsung ke acara Marwah," kata Feny di Mapolres Jakarta Timur, Minggu (24/5/2026).
Ia mengaku tidak curiga saat melakukan tes makanan karena melihat banyak staf WO di lokasi.
Selain itu, ia juga melihat sejumlah fasilitas seperti gubukan, makeup artist (MUA), MC, hingga dekorasi dan model pelaminan.
"Setelah pulang dari situ saya dihubungi admin Marwah untuk menanyakan info lainnya. Lalu ada fitting di JGC, kantornya. Saya fitting dua kali. Setelah fitting, lanjut pembayaran bertahap sampai lunas," kata Feny.
Feny mengaku telah melunasi seluruh pembayaran paket WO pada awal April.
Selanjutnya, ia kembali melakukan pembayaran tambahan jumlah tamu (pax) pada 11 Mei 2026.
Total yang ia bayarkan mencapai Rp 85 juta.
Feny juga sempat mengikuti technical meeting secara daring bersama tim WO.
Namun, pertemuan itu hanya berlangsung sekitar 10 menit meski masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.
"Menurut saya technical meeting-nya masih belum jelas karena tidak detail. Yang saya dapat cuma catering-nya berapa pax, gubukan berapa pax per item, pax-nya di sesi ke berapa. Sangat tidak detail," ujarnya.
"Saya selalu tanya pengarahannya, saya masuk dari arah mana. Setiap saya tanya selalu dijawab 'nanti ya dihubungi setelah H-1'. Normalnya TM itu langsung datang ke venue, lihat venue, diarahkan. Dari situ saya curiga," tuturnya lagi.
Saat hari pernikahan tiba, pasangan tersebut mengaku tidak mendapatkan fasilitas resepsi sebagaimana dijanjikan, termasuk dekorasi dan makanan.
Pihak Islamic Centre Bekasi akhirnya memberikan toleransi agar prosesi akad nikah tetap dapat berlangsung selama satu hingga dua jam karena mengetahui pasangan tersebut menjadi korban.
Feny lalu mendadak mempersiapkan rencana cadangan.
"Kemarin itu baru DP dari pihak Marwah. Dari Islamic Center, karena tahu kita korban, dia sediakan fasilitas untuk akad satu sampai dua jam. Alhamdulillah kita tetap jalan," ucap Feny.
Feny mengatakan, sehari sebelum pernikahan, dirinya menghubungi sejumlah vendor agar setidaknya prosesi akad nikah tetap dapat dilaksanakan.
"Kita kabarin ke vendor yang mungkin bisa datang, seperti MUA, MC. Kita kabarin, 'Kak besok kemungkinan buruknya tidak ada acara resepsi, tapi kemungkinan tetap ada ijab'. MUA bersedia hadir, MC juga bersedia hadir, hairdo juga bersedia, attire juga karena sudah lunas. Cuma empat itu yang bisa hadir," tutur Feny.
Feny juga mengaku harus membeli makanan secara mendadak untuk suguhan tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.
"Sama sekali tidak ada (makamam). Itu pribadi semua, mendadak semua," ucapnya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur AKBP Bayu Kurniawan menyarankan pengantin yang menjadi korban penipuan di Bekasi untuk membuat laporan polisi.
Diketahui, sebuah resepsi pernikahan di Islamic Center Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, diduga gagal digelar meriah setelah pengantin menjadi korban penipuan oleh wedding organizer (WO).
Berdasarkan video yang diunggah di media sosial, gudang WO yang diduga melakukan penipuan disebut berada di wilayah Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
"Calon pengantin yang ada di video Instagram itu rencana baru hari ini mau datang dilaporkan, kantor WO-nya di Cakung," kata Bayu saat dikonfirmasi via telepon, Minggu 24 Mei 2026.
Bayu memastikan, pihaknya akan menerima laporan terkait dugaan penipuan WO tersebut.
Ia juga membenarkan bahwa pada Sabtu 23 Mei 2026 ada warga yang mendatangi Polres Metro Jakarta Timur terkait dugaan penipuan WO.
"Yang datang kemarin itu orang yang pesta pernikahannya belum sesuai jadwal perjanjian. Jadi belum tahu apakah akan terlaksana atau tidak. Cuma klien yang datang kemarin itu belum bisa kita katakan sebagai korban," tutur Bayu.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.