Jakarta -

Tamu hotel bintang lima nekat menempuh jalur hukum gegara tak diberi air gratis. Kasusnya sampai ditangani Mahkamah Agung, begini hasil putusannya.


Sebuah kasus unik di Italia menarik perhatian publik setelah seorang turis menggugat hotel bintang lima. Dilansir dari BBC, (27/5/2026) tuntutan tersebut dilayangkan karena pihak hotel menolak memberikan air keran secara gratis di restoran mereka.


Perlu diketahui bahwa air keran yang dimaksud adalah air layak minum yang biasanya tersedia di hotel bintang lima. Kasus ini bahkan sampai bergulir ke Mahkamah Agung Italia.







Ilustrasi makan di hotelGegara tak diberi minum gratis, tamu hotel bintang lama nekat ajukan tuntutan. Foto: Getty Images/MilanEXPO

Kasus ini bermula pada musim liburan ski tahun 2019 di kawasan Dolomites, Italia utara. Seorang perempuan asal Roma mengunjungi restoran di Hotel Sassongher, hotel mewah berbintang lima yang berada di Corvara.



Saat makan di restoran hotel tersebut, ia meminta segelas air keran kepada pelayan. Namun, permintaannya ditolak dan staf restoran hanya menawarkan air mineral kemasan dengan harga €7 atau sekitar Rp145 ribu.


Merasa dirugikan, perempuan itu kemudian membawa kasus tersebut ke pengadilan. Ia berpendapat bahwa air merupakan sumber daya alam sekaligus hak dasar manusia yang seharusnya dapat diakses oleh semua orang termasuk pelanggan hotel dan restoran.


Menurutnya, penyediaan air keran seharusnya menjadi bagian dari layanan standar hotel. Tak hanya itu, ia juga mengklaim hak konsumennya telah dilanggar akibat penolakan tersebut.





Tak Diberi Air Minum Gratis saat Makan, Turis Ini Tuntut Hotel Rp56 JutaSetelah kasusnya naik banding sampai ke Mahkamah Agung, tuntutannya tetap gagal. Foto: BBC

Dalam gugatannya, perempuan tersebut meminta kompensasi sebesar €2.700 atau sekitar Rp56 juta atas kerugian ekonomi dan tekanan emosional yang ia alami. Namun, gugatan itu ditolak di berbagai tingkat pengadilan.


Setelah kalah di pengadilan Roma dan pengadilan banding, kasus tersebut akhirnya sampai ke Mahkamah Agung Italia atau Court of Cassation. Di tingkat tertinggi itu, hakim kembali memutuskan bahwa hotel tidak memiliki kewajiban hukum untuk menyediakan air keran kepada pelanggan restoran.


Pengacara hotel, Silvio Belardi, menjelaskan bahwa kebijakan restoran memang hanya menyajikan air kemasan tertutup kepada pelanggan. Menurutnya, praktik seperti itu umum diterapkan di banyak restoran dan hotel kelas atas di Italia.


Belardi juga menegaskan bahwa pihak hotel tidak melarang tamu memperoleh air sama sekali. Hakim Mahkamah Agung juga memutuskan bahwa hukum dan regulasi di Italia tidak mewajibkan restoran ataupun hotel menyediakan air keran gratis.






Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.