Tokyo (ANTARA) - Data Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang yang dirilis pada Jumat menyebutkan bahwa tingkat pengangguran Jepang turun menjadi 2,5 persen pada April 2026, menyusut dari 2,7 persen pada bulan sebelumnya.
Jumlah orang yang memiliki pekerjaan naik 0,9 persen menjadi 68,76 juta setelah disesuaikan secara musiman.
Dari jumlah pengangguran tersebut, 430.000 orang mengalami pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan mereka, sementara 790.000 orang mengundurkan diri secara sukarela, umumnya untuk mencari peluang yang lebih baik. Kedua angka tersebut tetap stabil dari Maret.
Sementara itu, jumlah orang yang baru memasuki pasar kerja turun 10,9 persen menjadi 490.000 orang.
Menurut data terpisah dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, jika diperinci berdasarkan industrinya, pendidikan dan manufaktur menjadi dua dari 11 sektor yang mencatat peningkatan lowongan pekerjaan baru dibanding setahun sebelumnya, masing-masing naik 1,5 persen dan 1,2 persen.
Sembilan sektor lainnya mencatat penurunan, dengan sektor perdagangan grosir (wholesale) dan retail mengalami penurunan paling tajam sebesar 11 persen.
Lowongan pekerjaan di sektor akomodasi dan layanan restoran turun 9,1 persen, sementara sektor informasi dan komunikasi mencatat penurunan 7,3 persen.