Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN- Perusahaan Gas Negara (PGN) melakukan isolasi jaringan pasca bocornya pipa di Jalan Nangka Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Jumat (29/5/2026).
Area Head PGN Bekasi Liestya Heryani Devi mengatakan, isolasi dilakukan guna meminimalisir dampak terhadap layanan pelanggan.
"Saat ini PGN tengah melakukan isolasi jaringan pada area terdampak dan penanganan teknis lanjutan guna memastikan kondisi jaringan tetap aman serta meminimalkan dampak terhadap layanan pelanggan," kata Liestya dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).
Liestya memastikan, pihaknya ke depan akan mempercepat proses perbaikan serta penanganan lainnua.
"PGN senantiasa mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam setiap kegiatan operasional dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses perbaikan pipa dan penanganan lanjutan lainnya," ujarnya.
Baca juga: Semburan Gas di Kayuringin Bekasi Berasal dari Kebocoran Pipa PGN
Diketahui sebelumnya, telah terjadi semburan gas di lokasi proyek pemasangan box culvert, Jalan Nangka Raya, pada Jumat (29/5/2026).
Komandan Pleton (Danton) 6 kompi c Damkar Kota Bekasi, Muhammad Syaifulloh mengatakan, sumbernya itu berasal dari pipa gas yang dikelola oleh PGN.
Sumber itu dipastikan usai pihak PGN mendatangi lokasi kejadian.
"Kami konfirmasi ke PDAM, PGN, dan PLN, PDAM datang, di-cutoff sama dia pipanya, tapi tidak berhenti, berarti dia bilang ini bukan dari PDAM, setelah PGN cek, itu ternyata kebocorannya dari pipa PGN yang di atasnya ada air gorong-gorong, demikian," kata Syaifulloh di lokasi, Jumat (25/5/2026).
Syaifulloh menjelaskan, pasca mengetahui kejadian, pihak PGN langsung melakukan cut off saluran pipa.
"Sudah di cut off sama PGN, sehingga tidak ada lagi semburan, sudah aman," jelasnya.
Syaifulloh menuturkan, usai dinyatakan situasi aman sekira pukul 16.00 WIB, pihaknya yang datang ke lokasi dengan total enam personel kembali Markas.
"Kami sebelumnya standby dari awal kejadian sekira pukul 11.00 WIB, dan meminta sama warga jangan sampai ada yang merokok karena takut tersambar gas, jadi kami tutup jalan depan dan belakang, radius 20 meter," tuturnya.
Syaifulloh mengungkapkan, terkait sebab kebocoran pipa gas PGN karena terdampak proyek atau tidak, ia belum dapat menjawab dan masih menunggu penjelasan dari pihak relevan.
"Kenapa bisa bocor, apakah dampak proyek atau seperti apa, itu teknis dari DBMSDA," ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, warga di sekitar Jalan Nangka Raya dibuat heboh oleh munculnya semburan gas dari lokasi proyek pemasangan box culvert.
Sejak awal, warga sudah menduga semburan tersebut berasal dari pipa gas yang terdampak aktivitas pengeboran proyek saluran air di kawasan itu.
Seorang warga bernama Fajar mengatakan, peristiwa tersebut bermula terjadi sekira pukul 11.00 WIB.
Saat kejadian, tiba-tiba muncul semburan dari titik proyek disertai bau menyengat yang langsung menyebar ke sekitar lokasi.
"Itu nyembur tiba-tiba tinggi dan timbul bau gas. Bau menyengat banget sampai saya pusing," kata Fajar di lokasi kejadian, Jumat (29/5/2026).
Menurut Fajar, tinggi semburan diduga mencapai lebih dari tiga meter sehingga membuat warga sekitar panik.
"Ketinggian semburannya ada lebih dari tiga meter," ujarnya.
Fajar menuturkan, semburan tersebut tak hanya memicu kepanikan warga, namun juga pengguna jalan yang melintas di sekitar Jalan Nangka Raya dan Sultan Agung.
Akibat kejadian tersebut, akses jalan di sekitar lokasi proyek langsung ditutup petugas guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Langsung terganggu, habis itu jalanan langsung ditutup, dari arah Perumnas 1 ke Grand Mall, dan sebaliknya," tuturnya.
Fajar menduga, kebocoran terjadi akibat aktivitas pengeboran proyek yang mengenai jalur pipa gas di bawah tanah.
"Kalau kenapanya itu dampak dari pengeboran proyek ya di pipanya," paparnya. (M37)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.