TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Satreskrim Polres Pasuruan Kota akhirnya resmi membentuk tim Unit Reaksi Cepat (URC) untuk meminamilisir kejahatan jalanan atau street crime.

Hasilnya, cukup signifikan. Dalam dua hari, tim ini berhasil mengungkap dua kasus street crime yang terjadi di wilayah hukum Polres Kota.

Pertama, kasus penganiyaan di jalan raya dekat Gor Kota Pasuruan dan korbannya anak - anak. Kedua, penggagalan pencurian hewan di Nguling.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly menjelaskan, kasus pertama ini terungkap setelah polisi mendapat laporan dari keluarga korban.

Baca juga: Cesa Jaya Sejahtera Group Salurkan 2.000 Paket Daging Kurban di Pasuruan

Setelah laporan masuk, tim URC langsung terjun ke lapangan melakukan penyelidikan. Mulai memeriksa TKP dan sejumlah saksi.

Tidak butuh waktu lama, satu hari satu malam, kata dia, anggota sudah berhasil menangkap empat pelaku penganiyaan.

“Kami tangkap keempatnya beserta barang bukti seperti clurit dan lainnya. Keempatnya kami bawa ke Polres,” katanya dalam rilis, Jumat (29/5/2026)

Disampaikan dia, dari hasil pemeriksaan penyidik, keempat tersangka mengaku dibawah pengaruh miras dalam menjalankan aksi kejahatan jalanan.

“Ini sedang kami kembangkan, apakah keempat tersangka pernah melalukan aksi kejahatan serupa di TKP lain atau tidak,” urainya.

Sedangkan kasus kedua, kata Kapolres, terjadi saat tim URC sedang patroli bersama dengan anggota Polsek Nguling.

Saat itu, kata dia, pihaknya menemukan kelompok tersangka sedang berjalan pada dinihari. Saat dihentikan petugas, para tersangka melarikan diri.

Di dalam kendaraan pikapnya, ada empat ekor sapi. Kendaraan dan sapi itu ditinggal di pinggir jalan, tersangka melarikan diri.

“Kami sudah berusaha sekuat tenaga mengejar pelaku, ternyata mereka tetap berhasil lolos malam itu,” sambung Kapolres.

Saat diperiksa, kata Kapolres, diketahui bahwa kendaraan pikap itu kendaraan operasional untuk mencuri sapi milik warga.

Dari hasil pemeriksaan, empat sapi itu milik warga Desa Kapasan, Kecamatan Nguling yang jaraknya 10 km dari lokasi diberhentikan mobil itu.

Baca juga: PLN UP3 Pasuruan Siagakan Personel dan Amankan Pasokan Listrik Saat Idul Adha

“Setelah koordinasi, kami kembalikan empat sapi milik warga tersebut. Kami bersyukur, tim URC berhasil mengagagalkan pencurian,” urainya.

Kendati demikian, ia mengaku timnya tidak akan berhenti disitu. Menurut dia, tim sudah mengantongi identitas para pelaku.

“Ini sedang dalam pengejaran kepolisian. Yang jelas, kami akan sikat tuntas para pelaku pencurian itu,” terangnya 

Disampaikan Kapolres, tim URC akan memburu para pelaku kejahatan jalanan yang membawa senjata tajam, dan membahayakan semua.

“Kami tegaskan, kami dan tim URC tidak akan memberi ruang bagi para pelaku kejahatan yang beraksi di wilayah hukum kami,” tuturnya.

Kepala Desa Kapasan Liyanto mengapresiasi upaya kepolisian yang berhasil menggagalkan pencurian empat sapi milik warganya.

Menurutnya, ini tindakan heroik para polisi karena berhasil mencegat sapi milim warganya dijual. Apalagi, momentumnya pas idul adha.

“Saya mewakili warga, menyampaikan banyak terima kasih kepada pak Kapolres, pak Kasatreskrim atas kerja kerasnya,” urainya

Dia mendoakan jajaran kepolisian diberi sehat, dan kuat dalam menjaga keamanan, mengayomi dan melindungi masyarakatnya. 

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.