TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pernyataan tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau akrab disapa Mama Sinta soal Film Pesta Babi yang membuatnya viral mengejutkan.

Pasalnya Mama Sinta terang-terangan menyebut bahwa film tersebut tayang dan diputar tanpa izinnya.

Karenanya, Mama Sinta pun menentang perilisan film yang kadung viral tersebut.

Sosok Mama Sinta pun belakangan jadi sorotan.

Terbaru, Mama Sinta tampak menyambangi Mapolda Metro Jaya pada Jumat (29/5/2026) sore. 

Pantauan Kompas.com di lokasi, Mama Sinta keluar dari Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama tim kuasa hukumnya. 

Saat ditanya terkait tujuan kedatangannya, kuasa hukum Mama Sinta, Daulay T.S. Hamonangan, mengatakan pihaknya masih berkonsultasi dengan penyidik terkait dugaan kerugian yang dialami kliennya akibat publikasi film "Pesta Babi". 

Rencananya, mereka akan membuat laporan polisi setelah proses konsultasi selesai dilakukan. 

“Laporan ke Polda Metro Jaya hari ini adalah untuk personaliti-nya Mama Sinta. Seorang anak bangsa, berusia 62 tahun, dieksploitasi tanpa perizinan yang sah dan pengakuan yang sah dari Mama Sinta,” tutur Daulay di Mapolda Metro Jaya, Jumat. 

Daulay belum menyebutkan secara spesifik siapa sosok yang akan mereka melaporkan. 

“Ini proses dulu, nanti sudah selesai baru kami lanjutkan kembali. Karena tadi baru konseling dan kesibukan teman-teman di Polda Metro Jaya ini,” kata dia. 

Sementara itu, Mama Sinta mengaku sakit hati karena keterlibatannya dalam film tersebut disebut dilakukan tanpa izin resmi darinya. 

Menurut dia, film "Pesta Babi" telah diputar di berbagai daerah dan kini juga dapat diakses melalui platform YouTube. 

“Mereka putar film pesta babi itu di mana-mana, saya sakit hati, saya kecewa sekali! Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan. Itu penjahat itu mereka! Saya punya wajah ini di mana-mana mereka putar film itu, saya sakit hati!” tegas Sinta dalam kesempatan yang sama. 

Baca juga: Aktivis Duga Mama Yasinta Diintimidasi Usai Muncul di Film Pesta Babi, Singgung Iming-iming Uang

Sinta mengaku pertama kali mengetahui keberadaan film tersebut saat dibawa ke Papua oleh seseorang yang ia sapa Bang Tigor. 

Saat itu, ia mengira akan ada acara “potong babi”. 

Namun, ketika film diputar, barulah ia mengetahui tayangan tersebut berjudul "Pesta Babi" pada 8 April 2026. 

Ia pun mengungkapkan kekecewaannya karena merasa dijadikan objek yang ditampilkan ke publik tanpa persetujuannya. 

“Kenapa wajah saya bisa dibawa ke mana-mana lewat film itu? Apa saya ini boneka? Apa saya patung Asmat yang sudah diukir? Orang Papua bilang itu patung Asmat, ukiran itu. Saya bukan ukiran Asmat!” tegas Mama Sinta. 

Karena itu, Mama Sinta meminta agar publikasi film tersebut dihentikan. 

Ia juga meminta kepolisian menindak pihak-pihak yang masih memutar film itu. 

“(Saya minta) Dihentikan! Mulai dari hari ini dihentikan! Seandainya ada yang putar film itu, tolong proses orang itu,” tuturnya.

Sumber: Kompas.com

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.