TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) sempat nyaris menolong orang yang belakangan terungkap ternyata pencuri motor.

Dedi sempat nyaris membantu pencuri motor itu untuk dibantu dibayarkan pajak.

Namun akhirnya ketahuan bahwa motor yang dibawa pelaku adalah hasil curian.

Sampai akhirnya pelaku pun ditangkap polisi.

Dedi Mulyadi sempat bertemu pencuri motor tersebut di Jalan Umar Wirahadikusuma, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang.

Melalui akun unggahan TikTok pribadinya, Sabtu (6/6/2026), Dedi Mulyadi memperlihatkan momen saat ia bertemu dengan pencuri motor tersebut.

Dalam cuplikan video itu, terlihat Dedi Mulyadi bertanya kepada pengendara sepeda motor tanpa nomor polisi tersebut.

"Motor maneh (kamu) bodong?" tanya Dedi Mulyadi di dalam cuplikan video tersebut dikutip minggu (7/6/2026).

"Henteu, Pak, aya (tidak, Pak, ada)," jawab pengendara itu.

Namun, Dedi Mulyadi pun menegaskan jika sepeda motor tidak memiliki pelat nomor, berarti bodong.

Begitu pula dengan pengendara motor lainnya yang tidak bisa menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

KDM mengaku bahwa saat itu dirinya mengejar sejumlah pemuda tersebut karena knalpot yang digunakan adalah knalpot brong.

"Saat saya mengejar anak-anak yang mengenakan knalpot brong itu, sebenarnya saya sendiri sudah mencurigai bahwa ada hal yang ganjil dalam penggunaan motor itu," ungkap Dedi Mulyadi.

"Saya sempat bertanya, itu motor ada suratnya atau tidak, dia jawab tidak ada suratnya. Saya ngomong lagi, jangan-jangan motornya hasil curian," sambungnya.

Kecurigaan Dedi Mulyadi pun benar, para pengendara motor tersebut kemudian ditangkap karena dugaan pencurian motor.

"Eh, ternyata peristiwanya terjadi deh. Mereka hari ini ditangkap karena tuduhan pencurian kendaraan bermotor," kata Dedi Mulyadi.

Terpisah, Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika juga menjelaskan bahwa tersangka pencurian motor itu memang sempat bertemu Dedi Mulyadi.

"Pak KDM kemudian beritikad baik akan (membantu proses) membayarkan pajaknya," katanya dilansir dari Kompas.com, Jumat (6/5/2026).

"Jadi, si pelaku ini diminta datang ke Samsat untuk bayar pajak dan nantinya, pajak kendaraannya itu akan dibayar Pak KDM," ujarnya.

Sehari setelah bertemu Dedi Mulyadi, pelaku justru tertangkap oleh jajaran Satreskrim Polres Sumedang karena ketahuan merupakan pelaku curanmor.

"Pelaku berikut barang buktinya sudah kami amankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut," terang Sandityo.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.