ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id – Kepergian Amri (46), korban kecelakaan maut di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Tangis keluarga pecah setelah Amri mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Tarempa, Minggu (14/6/2026) sore.
Amri meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB, setelah menjalani perawatan intensif selama dua hari akibat luka berat yang dideritanya.
Selama dirawat, korban berada dalam kondisi koma dan sempat mendapat penanganan medis dari tim dokter.
Peristiwa nahas yang merenggut nyawanya terjadi pada Jumat (12/6/2026) di Jalan MH Thamrin, Desa Tarempa Barat Daya, Kecamatan Siantan, tepatnya di kawasan Kampung Flores.
Saat itu, Amri baru saja selesai memanen buah durian dan manggis bersama rekannya, Lian Lip (64) dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX.
Dalam perjalanan pulang, kedua korban mengalami kecelakaan tunggal yang menyebabkan mereka mengalami cedera serius pada bagian kepala.
Lian Lip meninggal duluan di RSUD Tarempa selang beberapa jam setelah kejadian.
Menyusul, Amri dua hari setelahnya pada Minggu.
Firasat Keluarga
Di balik musibah tersebut, keluarga mengaku sempat merasakan sejumlah tanda yang dianggap tidak biasa dari diri Amri beberapa hari sebelum kejadian nahas itu.
Istri korban, Nuraini, mengatakan suaminya terlihat lebih sering menyendiri dan melamun selama sepekan terakhir. Sikap itu berbeda dari kebiasaan Amri yang dikenal aktif dan mudah bergaul.
"Sering melamun, seperti banyak pikiran. Bang Am tak pernah cerita, cuma melamun saja," kata Nuraini saat ditemui di rumah duka.
Menurut Nuraini, gelagat tersebut semakin terlihat pada malam sebelum kecelakaan terjadi.
Saat itu Amri duduk seorang diri di pelantar rumah sambil merokok dan menatap ke arah laut dalam waktu yang cukup lama.
Bahkan, adik iparnya sempat menegur dan mengajak berbicara. Namun, Amri hanya diam dan tidak memberikan respons seperti biasanya.
Nuraini juga mengungkapkan, ada beberapa hal lain yang terasa berbeda pada hari kejadian. Salah satunya, Amri berangkat bekerja tanpa mengenakan helm.
"Hari kejadian itu dia tidak pakai helm karena helmnya hilang. Biasanya helm selalu dipakai. Tak biasanya juga Bang Am pergi kerja di hari Jumat. Biasanya tidak pernah karena fokus untuk Salat Jumat," ujarnya.
Sementara itu, anak korban, Yanto, mengenang momen terakhir ayahnya saat pulang ke kampung halaman di Karas, Kota Batam, pada perayaan Idulfitri beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Amri meninggal dunia tepat dua bulan setelah perjalanan tersebut. Saat itu almarhum pulang seorang diri untuk bersilaturahmi dengan keluarga besarnya.
"Tepatnya lebaran Idulfitri kemarin, pulang ke Karas sendirian. Berkumpul dengan abang, kakak, serta ibu almarhum di sana," kata Yanto.
Yanto menuturkan, ayahnya memang rutin pulang kampung setidaknya setahun sekali.
Namun pada tahun 2025, Amri tidak sempat pulang karena alasan pekerjaan dan kesibukan lainnya.
Saat berada di Karas beberapa bulan lalu, almarhum juga sempat melakukan hal yang tidak biasa. Ia meninggalkan beberapa pakaian miliknya untuk disimpan oleh sang ibu.
"Di Karas, almarhum sempat meninggalkan baju untuk disimpan ibunya. Biasanya tidak pernah seperti itu, mungkin sudah ada firasat," ujar Yanto.
Bagi Yanto dan keluarga, Amri merupakan sosok ayah yang penyayang, pekerja keras, serta jarang menunjukkan kemarahan kepada anak-anaknya.
Meski dikenal pendiam, ia selalu berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dan menjadi tempat bergantung bagi orang-orang terdekatnya.
"Almarhum orangnya baik. Kami sebagai anak hampir tidak pernah melihat ayah marah. Kalau ada masalah selalu diselesaikan dengan baik. Kami kehilangan sosok ayah yang sangat sayang kepada keluarga," ujar Yanto.
Kini, kepergian Amri menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga, kerabat, dan sahabatnya.
Doa terus mengalir mengiringi kepergian pria yang dikenal ramah tersebut, sementara keluarga berusaha tabah menghadapi kehilangan orang yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.
(Tribunbatam.id/Ihsan Imaduddin)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.