Medan (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 Belawan menyatakan arus peti kemas di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, tumbuh positif hingga Mei 2026.


"Capaian itu menunjukkan meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang melalui Pelabuhan Belawan, sebagai salah satu simpul logistik utama di wilayah Sumatera Utara," ujar Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan Yusrizal dalam keterangan diterima di Medan, Jumat.


Yusrizal mengatakan, hingga Mei 2026, arus peti kemas Pelabuhan Belawan mencapai 531,2 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) atau meningkat lima persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 505,8 ribu TEUs.


Menurutnya, kenaikan arus peti kemas di Pelabuhan Belawan ditopang oleh penguatan layanan pelayaran serta peningkatan aktivitas pengiriman barang, baik untuk segmen internasional maupun domestik.


"Untuk peningkatan arus peti kemas internasional didorong di antaranya penguatan konektivitas layanan pelayaran melalui tambahan kunjungan kapal, kehadiran sejumlah shipping line baru, serta peningkatan volume dari shipping line eksisting," ucapnya.






Kemudian untuk pertumbuhan peti kemas domestik ditopang oleh peningkatan volume dari sejumlah perusahaan pelayaran nasional.




Ia mengatakan kinerja positif itu juga didorong dari sisi kesiapan operasional, Pelabuhan Belawan yang didukung peralatan utama berupa 6 unit container crane pada sisi dermaga dan 12 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) pada sisi lapangan. Performa RTG menunjukkan kondisi operasional yang baik, dengan rata-rata ketersediaan sebesar 96,2 persen.


"Peralatan tersebut berperan dalam mendukung kegiatan bongkar muat peti kemas, mulai dari pelayanan kapal hingga penanganan peti kemas di area lapangan penumpukan," tutur Yusrizal.






Kinerja positif Pelabuhan Belawan juga sejalan dengan pertumbuhan produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Utara tumbuh 4,98 persen, dengan sektor perdagangan tumbuh 10,63 persen serta sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,52 persen. Sementara itu, PDRB Riau tumbuh 4,89 persen, didukung antara lain peningkatan sektor industri pengolahan dan perdagangan.


Seiring meningkatnya aktivitas logistik, Pelindo menjaga pengelolaan layanan di Pelabuhan Belawan agar berjalan terukur dan adaptif terhadap dinamika arus barang. Dukungan operasional terminal juga terus diperkuat untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna jasa serta aktivitas perdagangan domestik dan internasional.


“Belawan memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas logistik dan pertumbuhan ekonomi regional. Karena itu, Pelindo akan terus menjaga kelancaran operasional dan kualitas layanan kepelabuhanan agar dapat mendukung kebutuhan perdagangan dan distribusi barang secara berkelanjutan,” ucapnya.