TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama Bernadya Ribka tentu sudah tak asing lagi di industri musik Tanah Air.
Ia pun saat ini merupakan salah satu penyanyi muda yang tengah naik daun.
Namun siapa sangka, ada cerita haru di balik perjalanan awalnya merintis karier di industri musik Tanah Air.
Sebelum merengkuh popularitas sebagai solois, Bernadya rupanya sempat merilis lagu bersama sang kakak saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Baca juga: Kunci Gitar Lawan Waktu dan Jarak - Bernadya: Ku Berperang Lawan Waktu dan Jarak Mungkin Ku Kalah Ku
Namun, karena lagu tersebut diciptakan oleh orang lain, Bernadya menghadapi berbagai kerumitan masalah hak cipta dan pembagian hasil yang pelik setelah lagunya viral.
"Dulu aku pernah punya project berdua sama kakakku. Terus, terus kita bikin iseng aja. Karena kita juga masih SMP at that time kan? Tapi itu lagu yang bikinin orang lain, waktu itu," kata Bernadya saat podcast dengan Raditya Dika, dikutip Minggu (5/7/2026).
"Terus habis itu, kan kalau dibikinin orang lain nggak semulus itulah, ada ribet begitulah lagunya naik dan lain-lain. Pokoknya kalau lagunya nggak terlalu banyak yang dengar, enggak ada masalah. Begitu banyak yang dengar, mulai," lanjutnya.
Atas saran dari sang ayah, Bernadya kemudian memberanikan diri untuk mulai menulis lagunya sendiri agar proses ke depannya menjadi lebih mudah.
"Akhirnya kayak papaku bilang, ‘Kamu nulis aja lagu sendiri, kayaknya akan lebih mudah gitu loh’. Jadinya aku memberanikan diri nulis sendiri, terus aku akhirnya aku nulis. Memberanikan diri tanpa ekspektasi apa pun tentunya," ujarnya.
Bernadya Ribka menceritakan mengenai masa lalu keluarganya yang sempat terguncang akibat badai pandemi Covid-19 beberapa tahun silam.
Karya musik pertamanya justru menjadi penyambung hidup dan pilar finansial bagi keluarganya.
Langkah awal Bernadya merilis lagu ciptaannya sendiri langsung diuji oleh situasi sulit.
Pandemi Covid-19 menghantam Indonesia dan berimbas besar pada kondisi keuangan keluarganya.
Sebab, selama ini roda ekonomi keluarga Bernadya bertumpu pada klinik kesehatan milik sang ibu yang bertindak sebagai tulang punggung keluarga.
Akibat aturan pembatasan wilayah (lockdown) dan larangan kerumunan, klinik tersebut terpaksa setop beroperasi.
"Pandemi, lockdown, mamaku berhenti praktik. Karena pandemi kan enggak boleh, kan, kan penghasilan terbesar di keluarga ini, kan mamaku adalah tulang punggung keluarga. Maksudnya dari klinik, dari klinik, kita jadinya bergantung dari situ aja," tutur Bernadya.
Di tengah himpitan ekonomi tersebut, keajaiban justru datang dari lagu independen yang diunggah Bernadya bersama ayahnya melalui agregator musik.
Secara tak terduga, lagu itu mendulang jutaan pendengar di streaming musik hingga menghasilkan nominal royalti yang luar biasa besar untuk anak seusianya.
"Cuma dari laguku tiba-tiba menghasilkan sesuatu yang bikin kita bisa bertahan hidup. Bukan bertahan hidup, itu lebih jauh melebihi bertahan hidup. Semengagetkan itu karena bener-bener pada saat itu besar. Besar untuk anak SMP dan untuk masa pandemi," ungkapnya.
Uang hasil royalti melimpah tersebut pertama kali diketahui oleh sang ayah yang mengelola akun rekening agregator mereka.
Kejadian tidak terduga ini akhirnya memicu kepercayaan diri Bernadya untuk memantapkan langkah berkarier di dunia tarik suara.
"Dari situ aku kayak, 'Oh, ini sesuatu yang aku suka dan bisa menghidupiku,' gitu," jelas Bernadya.
(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.