TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puteri Indonesia Pendidikan & Miss Charm Indonesia 2026 Gisela Belicia Alma Thesalonica menilai pendidikan anak saat ini perlu bergerak melampaui sekadar mengejar prestasi akademik. 

Menurutnya, anak-anak juga harus dibekali karakter dan berbagai soft skills sejak usia dini agar mampu menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat.

Gisela mengatakan, tantangan yang akan dihadapi generasi muda di masa depan membutuhkan kemampuan yang lebih luas daripada sekadar nilai tinggi di sekolah. 

Baca juga: Soal Pendidikan Anak, Denada Pilih Demokratis namun Punya Batas

Karena itu, kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, hingga keberanian menyampaikan pendapat perlu mulai dibangun sejak anak masih berada pada masa emas pertumbuhannya.

"Saya melihat konsep ini sangat relevan dengan tantangan yang akan dihadapi anak-anak Indonesia di masa depan," ucap Gisela Belicia Alma Thesalonica di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, belum lama ini. 

"Dunia terus berubah, sehingga anak tidak cukup hanya pintar secara akademik. Mereka juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan berani menyampaikan pendapat," kata Gisela.

Ia menambahkan, pembentukan kemampuan tersebut sebaiknya dimulai sedini mungkin karena pada fase itu perkembangan anak sedang berada dalam kondisi terbaik.

"Semua itu sebaiknya mulai dibangun sejak usia dini ketika perkembangan anak sedang berada pada fase terbaiknya," ujarnya.

Menurut Gisela, setiap anak memiliki potensi yang berbeda sehingga proses belajar tidak bisa diseragamkan. 

Ia mengapresiasi pendekatan pendidikan yang berpusat pada kebutuhan masing-masing anak, didukung guru yang memahami psikologi perkembangan peserta didik. 

Dengan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan, anak dinilai akan lebih percaya diri untuk mengeksplorasi kemampuan yang dimiliki.

Pandangan tersebut sejalan dengan berbagai tantangan pendidikan dan dunia kerja yang terus berkembang. 

Berdasarkan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, sebanyak 170 juta lapangan kerja baru diproyeksikan tercipta pada 2030, sementara 92 juta pekerjaan diperkirakan tergantikan akibat perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan. 

Laporan itu juga menunjukkan semakin pentingnya keterampilan seperti komunikasi, kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi.

Di Indonesia, tantangan serupa juga terlihat dari hasil PISA 2022 yang dikutip UNICEF Indonesia. Data tersebut menunjukkan hanya 26 persen siswa berusia 15 tahun yang memiliki kemampuan berpikir kreatif dasar, sementara hanya 5 persen yang mencapai tingkat tinggi.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Gentem Lifelong Learning Group meluncurkan Genstarkids, program pembelajaran bagi anak usia 2,5 hingga 12 tahun, bersamaan dengan pembukaan pusat pembelajaran barunya di Living World Kota Wisata, Cibubur. 

Program ini dirancang untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap proses belajar melalui pengembangan komunikasi, karakter, dan kemampuan kognitif.

CEO & Founder Gentem Lifelong Learning Group, Kish Gill, mengatakan tujuan utama program tersebut bukan hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun pola pikir agar anak terus memiliki rasa ingin tahu dan semangat belajar sepanjang hidup.

"Genstarkids adalah upaya kami untuk membantu anak usia 2,5–12 tahun mencintai proses belajar itu sendiri, sehingga rasa ingin tahu, kreativitas, dan dorongan untuk terus bertumbuh hadir secara natural," bebernya.

"Fondasi inilah yang akan menopang kesuksesan mereka di masa depan, baik secara akademis maupun saat kelak memasuki dunia kerja," ujar Kish.

Program tersebut menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek, pengalaman langsung, dan eksplorasi, dengan fokus pada pengembangan kemampuan komunikasi, karakter, serta keterampilan berpikir kritis dan kreatif sebagai bekal anak menghadapi tantangan masa depan.

Kurikulumnya diselaraskan dengan standar internasional seperti Cambridge English Assessment dan CEFR.

“Yang menarik perhatian saya dari Genstarkids adalah bagaimana program ini benar-benar dibangun di sekitar anak, bukan sekadar seputar hasil. Komunikasi, karakter, dan pertumbuhan kognitif adalah fondasi yang tepat bagi generasi berikutnya, dan saya percaya pada misi ini dalam jangka panjang," ujar Pritta Tyas, Founder Sekolah Bumi Nusantara Montessori.

"Saya bangga dapat mendukung Genstarkids dan membawa keyakinan Lifelong Learning ini kepada keluarga-keluarga di seluruh Indonesia,” sambungnya.

(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.