Semarang (ANTARA) - Sebanyak 401 peserta mengikuti seleksi Program Magang ke Jepang 2026 yang berlangsung di Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jateng Ahmad Aziz, di Semarang, Senin, menyebutkan tahun ini tercatat sebanyak 508 orang mendaftar Program Magang ke Jepang 2026.
Namun, dari jumlah pendaftar sebanyak itu, kata dia, hanya 401 peserta yang hadir mengikuti tahapan seleksi.
Ia mengatakan bahwa para peserta berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jateng, Jawa Timur, Jawa Barat, DIY, Banten, Bali, DKI Jakarta, Kalimantan Utara, Lampung, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan program magang ke Jepang menjadi bukti sumber daya manusia Indonesia, termasuk Jateng memiliki daya saing di tingkat internasional.
"Tenaga kerja Indonesia tidak kalah dengan tenaga kerja negara-negara lain. Etos kerja Indonesia patut diperhitungkan di kancah internasional," katanya.
Ia berpesan kepada para peserta agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan serius, sebab keberanian para peserta untuk mencoba sudah menjadi langkah penting dalam meraih masa depan.
Luthfi juga meminta para peserta agar tidak minder dengan latar belakang masing-masing.
Ia berharap mereka kelak bisa menjadi duta tenaga kerja Indonesia yang membanggakan keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Sementara itu, Wakil Direktur IM Japan Yamauchi Takeshi berpesan agar peserta tidak menjadikan program magang ke Jepang hanya sebagai jalan untuk mendapatkan gaji.
Menurut dia, hal terpenting dari program tersebut adalah belajar sebanyak mungkin selama magang di Jepang, terutama etos kerja.
"Tujuan kalian bukan hanya sekadar berangkat ke Jepang. Tujuan yang sebenarnya adalah belajar sebanyak mungkin melalui pekerjaan di Jepang," katanya.
Ia mengatakan peserta magang harus membangun karakter yang baik, mulai dari menaati aturan, jujur, menghormati orang lain, hingga aktif belajar selama bekerja di Jepang.
"Bekerja di Jepang bukanlah hal yang mudah. Namun, ada sangat banyak hal yang bisa dipelajari" katanya.