... inovasi harus menjadi inti dari usaha kita bersama

Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan pentingnya inovasi ASEAN Plus Three (APT) secara berkelanjutan demi memastikan strategi kerja sama tetap relevan dengan tantangan masa kini.


Dalam Pertemuan ke-27 ASEAN Plus Three di sela-sela Pertemuan Menlu ASEAN (AMM) ke-59 di Filipina, Kamis (23/7), Menlu Sugiono menyebut ASEAN Plus Three telah menghasilkan berbagai langkah kerja sama konkret dan membuktikan kolaborasi tersebut merupakan kekuatan terbesar di kawasan.


"Berlanjutnya relevansi ASEAN Plus Three akan tergantung pada kemampuannya beradaptasi, berinovasi, dan mewujudkan hasil konkret. Oleh karena itu, inovasi harus menjadi inti dari usaha kita bersama," kata Sugiono dalam naskah sambutan menteri yang diterbitkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Jumat.



Sugiono menilai kerja sama ASEAN Plus Three menjadi semakin penting karena "riak dari gejolak yang terjadi nun jauh di sana" menghampiri kawasan dengan gejolak pada pasar energi dan rantai pasok.






Dengan demikian, kerja sama tersebut harus dapat mengejar dan mengatasi tantangan yang terjadi saat ini dan di masa mendatang.


Menlu Sugiono menyoroti keberhasilan kerja sama ketahanan pangan ASEAN Plus Three, yang selama ini tercapai melalui Cadangan Pangan Darurat.


Dia pun mendorong agar keberhasilan tersebut diperluas pada sektor lain, seperti inovasi pertanian, penguatan rantai pasok pangan, dan diversifikasi cadangan pangan.



Sementara dalam hal kerja sama keuangan, multilateralisasi Inisiatif Chiang Mai dapat menghimpun dana hingga 240 miliar dolar AS dalam bentuk jaring pengaman finansial di kawasan.






Indonesia pun menyambut kemajuan yang berlangsung melalui inisiatif tersebut, khususnya implementasi Fasilitas Pendanaan Kilat (RFF) dan dukungan peta jalan struktur keuangan.


"Reformasi semacam tersebut akan mempercepat akses pendanaan melalui Inisiatif Chiang Mai dan memastikan pemanfaatan efektif saat krisis," kata Sugiono.



Lebih lanjut, dia menyerukan agar kerja sama di lingkup ASEAN Plus Three tetap mengacu pada prinsip-prinsip dalam Traktat Persahabatan dan Kerja Sama Asia Tenggara (TAC), yang diwujudkan melalui Wawasan Indo-Pasifik ASEAN (AOIP).


"Seiring dengan upaya ASEAN memajukan Visi Komunitas ASEAN 2045, ASEAN Plus Three juga memiliki peran penting dalam memperkuat kerja sama yang dipimpin ASEAN," ujar Sugiono.


ASEAN Plus Three dibentuk pada tahun 1997 sebagai wahana kerja sama antara negara-negara ASEAN dengan tiga mitra di Asia Timur, yaitu China, Jepang, dan Korea Selatan.