TRIBUN-MEDAN.com - Seorang istri diduga bunuh suaminya dengan cara yang keji setelah memanfaatkan pengetahuan medis yang dimilikinya sebagai seorang perawat. 

Korban diduga disuntik cairan pembersih toilet melalui selang infus saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Korban dirawat setelah sebelumnya selamat dari percobaan pembunuhan dengan cara didorong dari atap rumah.

Dilansir dari India Today, Sabtu (25/7/2026) kejadian ini diketahui terjadi di Distrik Nizamabad, Telangana, India. 

Istri korban diidentifikasi sebagai Sandhya, yang kini telah ditangkap pihak kepolisian.

Sandhya ditangkap bersama dua pria, yakni Anil yang diduga merupakan selingkuhannya serta Venkat Sai.

Venkat Sai ditangkap karena diduga bersekongkol menghabisi nyawa korban, Prashant.

Hasil penyelidikan sementara mengungkap, motif pembunuhan diduga dipicu hubungan terlarang antara Sandhya dan Anil. 

Polisi menduga Prashant yang baru kembali dari luar negeri dianggap menjadi penghalang hubungan keduanya.

Hingga akhirnya disusunlah rencana untuk menghabisi nyawa korban.

Menurut polisi, rumah tangga Sandhya dan Prashant telah lama diwarnai perselisihan. 

Penyelidik menduga konflik tersebut berkaitan dengan hubungan di luar nikah yang dijalin Sandhya dengan Anil.

Rencana pembunuhan disebut tidak dilakukan dalam satu kali percobaan. 

Polisi mengungkap, upaya pertama dilakukan dengan membuat Prashant mabuk berat terlebih dahulu.

Saat kondisi korban sudah tidak berdaya, Anil dan Venkat Sai diduga menganiaya Prashant.

Lalu mereka mendorongnya dari atap rumah. 

Namun, percobaan tersebut gagal karena korban berhasil selamat meski mengalami luka serius.

Ketiga tersangka kemudian diduga berusaha menghilangkan kecurigaan korban.

Mereka mengatakan bahwa korban terjatuh akibat pengaruh minuman keras. 

Prashant selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Di rumah sakit itulah, polisi menduga rencana pembunuhan memasuki tahap kedua yang jauh lebih sadis.

Sandhya yang bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit swasta diduga memanfaatkan keahlian medisnya.

Penyidik menduga Sandhya menyuntikkan cairan pembersih toilet ke dalam saluran infus korban. 

Zat kimia tersebut diduga menyebabkan kondisi Prashant memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Kematian Prashant semula tidak langsung menimbulkan kecurigaan. 

Namun, ibu korban merasa ada kejanggalan dalam peristiwa yang menimpa putranya dan akhirnya melapor ke polisi.

Laporan tersebut menjadi awal terbongkarnya dugaan pembunuhan berencana itu. 

Polisi kemudian memeriksa sejumlah saksi dan menginterogasi ketiga tersangka.

Dalam pemeriksaan, polisi mengklaim Venkat Sai mengakui keterlibatannya.

Ia mengaku membantu Anil mendorong Prashant dari atap rumah pada percobaan pembunuhan pertama.

Sementara itu, hasil penyelidikan juga mengarah pada dugaan bahwa Sandhya memanfaatkan pengetahuan medisnya.

Sandhya menyuntikkan cairan pembersih toilet melalui jalur infus korban ketika menjalani perawatan di rumah sakit.

Ketiga tersangka kini telah ditangkap dan dihadapkan ke pengadilan. 

Mereka selanjutnya ditahan untuk menjalani proses hukum.

Polisi menyebut pemeriksaan forensik masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kematian Prashant.

Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan guna mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.

(cr19/tribun-medan.com)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.