TRIBUNJOGJA.COM- Bagi banyak orang, secangkir kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Ada yang meminumnya untuk mengusir kantuk, menemani bekerja, atau sekadar menikmati aromanya di pagi hari.
Namun, tidak sedikit yang merasakan sensasi berbeda setelah menghabiskan secangkir kopi.
Jantung tiba-tiba berdetak lebih cepat, dada terasa berdebar, bahkan tubuh menjadi sedikit gelisah.
Kondisi ini sering membuat sebagian orang bertanya-tanya, apakah hal tersebut normal atau justru perlu dikhawatirkan?
Pada umumnya, jantung berdebar setelah minum kopi memang bisa terjadi. Hal ini berkaitan dengan kandungan kafein yang terdapat di dalam kopi.
Kafein merupakan zat alami yang bekerja dengan merangsang sistem saraf sehingga tubuh menjadi lebih terjaga dan rasa kantuk berkurang.
Mengapa Jantung Bisa Berdebar Setelah Minum Kopi?
Setelah diminum, kafein akan diserap ke dalam aliran darah dan mulai bekerja dalam waktu sekitar 15 hingga 45 menit.
Saat itu, tubuh menjadi lebih waspada karena aktivitas sistem saraf meningkat.
Di saat yang sama, kafein juga dapat merangsang pelepasan hormon adrenalin. Hormon ini membantu tubuh lebih siap menghadapi aktivitas sehingga detak jantung bisa meningkat untuk sementara waktu.
Inilah yang membuat sebagian orang merasakan jantungnya berdetak lebih cepat setelah minum kopi.
Bagi kebanyakan orang yang sehat, kondisi ini umumnya bersifat sementara dan akan berangsur menghilang seiring tubuh memecah kandungan kafein.
Karena itu, jantung berdebar setelah minum kopi tidak selalu menjadi tanda adanya gangguan kesehatan.
Mengapa Efek Kopi Berbeda pada Setiap Orang?
Pernahkah Tribunners melihat ada orang yang bisa minum beberapa cangkir kopi dalam sehari tanpa masalah, sementara yang lain baru minum sedikit sudah merasa jantungnya berdebar?
Perbedaan ini sebenarnya cukup wajar. Tubuh setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam memproses kafein.
Ada yang lebih sensitif sehingga efeknya terasa lebih cepat, ada pula yang hampir tidak merasakan perubahan apa pun.
Selain dipengaruhi oleh sensitivitas tubuh, jumlah kopi yang diminum juga berperan.
Semakin banyak kafein yang masuk ke dalam tubuh, semakin besar pula kemungkinan munculnya efek seperti jantung berdebar, tangan gemetar, atau sulit tidur.
Jenis kopi yang dipilih juga dapat memengaruhi jumlah kafein yang dikonsumsi. Secangkir kopi hitam, espresso, atau minuman kopi berukuran besar bisa memiliki kandungan kafein yang berbeda.
Karena itulah, efek yang dirasakan setiap orang tidak selalu sama meskipun sama-sama minum kopi.
Kapan Jantung Berdebar Setelah Minum Kopi Perlu Diwaspadai?
Pada kebanyakan orang, jantung berdebar setelah minum kopi biasanya hanya berlangsung sementara.
Setelah kadar kafein di dalam tubuh mulai berkurang, detak jantung umumnya akan kembali normal dengan sendirinya.
Namun, ada beberapa kondisi yang sebaiknya tidak diabaikan. Jika jantung berdebar disertai nyeri dada, sesak napas, pusing berat, atau bahkan hampir pingsan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan.
Gejala tersebut belum tentu disebabkan oleh kopi dan bisa berkaitan dengan kondisi lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Orang yang memiliki gangguan atau kondisi kesehatan tertentu juga sebaiknya lebih berhati-hati saat mengonsumsi minuman berkafein.
Jika sering mengalami keluhan yang sama setiap kali minum kopi, berkonsultasi dengan dokter dapat membantu mengetahui penyebabnya sekaligus menentukan batas konsumsi yang sesuai.
Tips Menikmati Kopi agar Tetap Nyaman
Bagi pencinta kopi, jantung berdebar bukan berarti harus berhenti minum kopi sepenuhnya. Yang lebih penting adalah mengenali batas toleransi tubuh terhadap kafein.
Jika Tribunners merasa mudah berdebar setelah minum kopi, cobalah mengurangi ukuran porsi atau memilih minuman dengan kandungan kafein yang lebih rendah.
Cara sederhana ini sering kali cukup membantu mengurangi efek yang tidak nyaman.
Selain itu, hindari minum kopi secara berlebihan dalam waktu yang berdekatan.
Memberi jeda antar cangkir dapat membantu tubuh memproses kafein dengan lebih baik. Sebagian orang juga merasa lebih nyaman minum kopi setelah makan dibandingkan saat perut kosong.
Waktu mengonsumsi kopi juga perlu diperhatikan.
Karena efek kafein dapat bertahan selama beberapa jam, minum kopi terlalu sore atau malam hari bisa membuat sebagian orang sulit tidur.
Padahal, kurang tidur justru dapat membuat tubuh terasa lebih sensitif terhadap efek kafein keesokan harinya.
Pada akhirnya, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap kopi.
Ada yang bisa menikmati beberapa cangkir tanpa keluhan, sementara ada pula yang mulai merasakan jantung berdebar setelah satu cangkir.
(MG Mayumi Cinta Mahesi)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.