TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 358 pelajar sekolah menengah dan mahasiswa dari lima negara yakni Malaysia, Singapura, Sri Lanka, dan Timor Leste serta tuan rumah Indonesia meramaikan kompetisi di industri hospitality bertajuk 'Trisakti Hospitality Competition' (TRISHCO) di Jakarta pada 22-24 Juli 2026.

Kompetisi ini merupakan ajang unjuk kreativitas di bidang pariwisata, perhotelan, kuliner, dan industri kreatif untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang pariwisata.

Rektor IP Trisakti, Fetty Asmaniati di acara penutupan TRISHCO 2026, Jumat 24 Juli 2026 mengatakan, penyelenggaraan TRISHCO yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-57 IP Trisakti.

Melalui ajang ini pelajar dan mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi, kreativitas, inovasi, serta semangat sportivitas, sekaligus memperkenalkan luasnya peluang karier di industri pariwisata.

"Kompetisi ini tak sekadar ajang memperebutkan gelar juara, tetapi juga membuka jalan bagi para peserta dalam membangun karir yang cemerlang di dunia pariwisata," kata Fetty,

Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama, Alumni, Pemasaran dan Job Arrangement IP Trisakti, Novita Widyastuti menjelaskan, TRISHCO 2026 diikuti total 358 peserta berkompetisi dalam 15 cabang lomba, terdiri atas 7 lomba internal, 7 lomba eksternal.

Peserta berasal dari level pelajar tingkat SMA/SMK/MA/sederajat, serta 2 lomba internasional untuk mahasiswa perguruan tinggi.

"Tingginya antusiasme peserta menjadi bukti, TRISHCO semakin dipercaya sebagai ajang kompetisi yang berkualitas dan mampu menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri," kata Novita Widyastuti dikutip Sabtu, 25 Juli 2026.

Dia mengatakan, berbagai kompetisi yang dipertandingkan mencerminkan luasnya sektor pariwisata.

Selain kuliner, tetapi juga story telling, destinasi wisata berbahasa Inggris, tourism poster, scientific paper, making bed, pastry, cooking, mixology dan content creator.

Baca juga: Susi Pudjiastuti di LESTARI Summit 2026: Pariwisata dan Perikanan Harus Tumbuh Bersama

Kompetisi ini juga mempertandingkan Global Distribution System (GDS) untuk simulasi reservasi dan perencanaan perjalanan wisata.

"Seluruh cabang lomba dinilai oleh kombinasi juri dari kalangan akademisi dan praktisi industri, sehingga proses penilaian berlangsung objektif dan sesuai kebutuhan dunia kerja," bebernya.

Para sponsor dari industri hospitality juga memanfaatkan TRISHCO sebagai ajang pencarian talenta muda.

"Perusahaan-perusahaan yang menjadi sponsor, biasanya juga mencari bibit-bibit terbaik untuk direkrut ke industri. Ini menjadi nilai tambah bagi peserta karena kompetisi ini membuka peluang karier sejak dini," kata Novita.

Menurutnya, salah satu daya tarik TRISHCO VII adalah semakin kuatnya partisipasi internasional. Tahun ini peserta berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Sri Lanka, dan Timor Leste.

"Lewat kompetisi ini, kami juga ingin mengenalkan destinasi wisata Indonesia kepada dunia," ucapnya.

Dijelaskan, perhelatan kali ini memasuki tahun ke-7 dan diselenggarakan di kampus IP di kawasan Bintaro Jakarta Selatan. Para pemenang TRISHCO 2206 mendapat hadiah berupa beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di kampus IP Trisakti.

Baca juga: Pesatnya Pariwisata Labuan Bajo Membuka Peluang Kerja bagi Warga Lokal di Industri Wisata

Novita menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi dan industri menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia pariwisata yang siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

"Kami berharap TRISHCO terus menjadi agenda tahunan yang semakin berkembang, melahirkan talenta-talenta terbaik, serta mempererat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri," ujarnya.

Rangkaian Dies Natalis ke-57 IP pada 17 Agustus 2026 akan diisi berbagai kegiatan sosial, termasuk pelayanan pembuatan Kartu Layanan Gratis (KLG) Transjakarta bagi lansia dan penyandang disabilitas serta bazar untuk masyarakat umum.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.