Liputan6.com, Jakarta - Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke SDN 22 Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, resmi dihentikan sementara. Keputusan itu diambil setelah 32 siswa dan seorang guru diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan MBG.
Ketua Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul mengatakan, penghentian operasional dilakukan sebagai langkah evaluasi menyusul insiden yang terjadi pada Jumat (24/7/2026). Saat ini, pihak SPPG mengusulkan penghentian sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
"Sudah diusulkan untuk suspend dalam rangka pembenahan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terkait penyebab kejadian ini," ujar Saipul, Sabtu (25/7/2026).
Menurut dia, hasil uji laboratorium akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan sekaligus mengevaluasi seluruh proses penyediaan makanan dalam Program MBG agar kejadian serupa tidak terulang.
Dari penelusuran awal, dugaan sementara mengarah pada menu sop buah yang disajikan kepada para siswa.
"Diduga dari menu sop buah. Ada 33 orang yang mengalami keluhan, terdiri dari 32 siswa dan satu guru kelas. Namun seluruhnya sudah diperbolehkan pulang dan tidak ada yang menjalani perawatan inap," jelasnya.
Saipul menegaskan seluruh pengelola SPPG di Lampung diminta memperketat standar higiene dan sanitasi, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat.
Selain itu, seluruh petugas dapur diingatkan agar disiplin menjaga kebersihan dan memastikan kualitas makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
"Jangan menganggap sepele prosedur keamanan pangan. Semua SPPG harus menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran agar tidak terulang kembali. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama dalam pelaksanaan Program MBG," tegasnya.
Sebelumnya, sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan suasana di Puskesmas Trimulyo, Kabupaten Pesawaran, yang dipenuhi siswa SD didampingi orang tua dan guru setelah diduga mengalami keracunan makanan MBG.
Dalam rekaman yang diterima Liputan6.com, sejumlah siswa tampak lemas, mengeluhkan mual, muntah, hingga sakit perut. Mereka menjalani pemeriksaan medis sebelum akhirnya diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya membaik.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut dengan menguji sampel makanan di laboratorium. Hasil pemeriksaan itu akan menentukan sumber dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa dan seorang guru tersebut.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.