Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seniman sekaligus kreator Muchlis Fachri alias Muklay mengaku sengaja mencari tantangan baru agar lebih konsisten menjalani gaya hidup sehat. 

Karena alasan itu, ia memutuskan ikut olahraga ekstrem Power Race yang akan digelar pada Oktober 2026.

Power Race adalah kompetisi kebugaran ekstrem yang menggabungkan lari cepat dan latihan beban tubuh (bodyweight) seperti push-up, sit-up, dan squat. 

Ajang ini menekankan kecepatan, strategi, serta daya tahan fisik, dan pemenangnya berkesempatan maju ke Final Internasional di Bangkok.

Baca juga: PABSI Matangkan Skuad Angkat Besi Jelang Asian Games 2026: Korea Utara Jadi Ancaman Baru

Muklay mengatakan dirinya sudah mulai berlatih sejak dua pekan terakhir agar siap menghadapi kompetisi yang memadukan lari, push-up, sit-up, dan squat tersebut.

"Hari ini buat nyobain persiapannya, udah dua minggu gue latihan di gym. Latihan push-up yang benar, sit-up yang benar, sama squat yang benar," ujar Muklay Ditemui dalam jumpa pers Red Bull Power Race di Jakarta, Minggu (26/7/2026),

Menurutnya, keputusan mengikuti ajang itu bukan semata-mata karena ingin berkompetisi, melainkan sebagai pemicu untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.

"Nah, gue butuh ada trigger supaya diri gue berubah menjadi sehat," katanya. 

"Ini mungkin trigger-nya nih si Power Race ini menurut gue," lanjut Muklay.

 

Muklay mengaku sudah mulai mengubah beberapa kebiasaan, termasuk menjaga pola makan. 

Namun, ia merasa tantangan seperti Power Race menjadi motivasi tambahan agar perubahan gaya hidupnya bisa bertahan.

"Emang harus ada trigger sih untuk kita berubah. Mudah-mudahan abis dari sini gue ikut Power Race gue jadi lebih sehat," ucapnya.

Meski dikenal sebagai seniman, Muklay mengatakan dirinya sebenarnya tetap rutin berolahraga, terutama bermain basket. Hanya saja, ia tidak pernah membagikan aktivitas tersebut di media sosial.

"Gue rutin olahraga, cuma nggak perlu gue masukin story. Basket masih basket gue," ujarnya sambil tertawa.

Muklay memastikan akan ambil bagian dalam Indonesia National Qualifier yang berlangsung pada 10 Oktober mendatang. 

Ia merasa masih memiliki waktu cukup panjang untuk meningkatkan kemampuan fisiknya.

"Ikut, ikut Oktober. Persiapan masih panjang, masih bisa. Pokoknya gue Oktober udah setaraf aja," katanya.

"Menu latihan sih yang paling susah push-up. Kayaknya push-up gue bakal latihan terus. Bisa di rumah juga," ujar Muklay.

Baca juga: Kisah Eko Yuli Angkat Derajat Keluarga, Beli Sawah dan Bangun Sasana dari Prestasi Angkat Besi

Dalam ajang kolaborasi Red Bull dan Kratingdaeng nanti, peserta akan menyelesaikan empat kali lari sejauh 400 meter yang diselingi tiga tantangan bodyweight, yakni 40 push-up, 40 sit-up, dan 40 squat untuk kategori pria, sementara kategori wanita masing-masing melakukan 30 repetisi. 

Seluruh rangkaian harus diselesaikan secepat mungkin karena setiap detik akan dihitung sebagai catatan waktu akhir peserta.

Peserta harus mampu mengatur ritme lari, mengelola tenaga saat berpindah ke setiap station, hingga menentukan kapan harus mengeluarkan kemampuan maksimal agar dapat mencatatkan waktu terbaik dan mengamankan tiket menuju International Final di Bangkok.

"Ya, jadi itulah kenapa kita launching ini tuh tiga bulan sebelum event-nya berlangsung. Dengan begitu kita mengharapkan ada kesempatan nih bagi yang berminat yang saat ini kok rasanya masih ragu-ragu," ujar Head of Marketing PT Aktif Energi Indonesia (AEI), Arif Muhammad Ritonga. 

"Kalian punya waktu tiga bulan untuk mempersiapkan dirinya," terusnya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.