SURYA.co.id, Bondowoso - Perum Perhutani KPH Bondowoso menegaskan Gunung Piramid di Kecamatan Curahdami bukan jalur resmi pendakian dan seluruh aktivitas mendaki di kawasan hutan lindung tersebut dinyatakan ilegal.

Penegasan ini disampaikan Administratur KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, setelah insiden maut menimpa dua pendaki yang ditemukan meninggal dunia di jalur ekstrem Punggung Naga.

Misbakhul Munir menegaskan pihaknya tidak pernah membuka Gunung Piramid sebagai lokasi wisata.

“Sejak awal tahun 2024, kami sudah melarang Pokdarwis maupun masyarakat umum untuk melakukan kegiatan wisata minat khusus di kawasan ini. Tegas, kami larang,” ujarnya kepada SURYA.co.id

Gunung Piramid secara administratif berada di wilayah RPH Curahdami, BKPH Bondowoso, tepatnya pada petak 23 hutan lindung dengan luas sekitar 722 hektare.

Baca juga: BREAKING NEWS Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Ditemukan Meninggal Di Jurang Sedalam 60 Meter

Jalur Punggung Naga dikenal sangat terjal dengan kemiringan mendekati 90 derajat dan berulang kali memakan korban jiwa.

Upaya Pencegahan dan Keselamatan

Sebagai langkah pencegahan, Perhutani telah memasang papan larangan di berbagai titik sejak 2024 dan mengirim surat resmi kepada stakeholder terkait.

“Kalau ada orang yang hendak naik, baik warga Bondowoso maupun dari luar daerah, selalu kami ingatkan dan kami larang. Kalaupun ada yang mengajukan izin, tetap tidak akan kami berikan karena medannya sangat berbahaya,” tegasnya.

Misbakhul menambahkan, jika suatu saat kawasan ini hendak dikembangkan sebagai destinasi wisata minat khusus, harus melalui kajian teknis mendalam serta melibatkan pemda, BPBD, asosiasi pendaki, hingga pelaku wisata dengan standar keselamatan ketat.

Pernyataan tegas Perhutani muncul setelah dua pendaki ditemukan meninggal dunia pada Selasa (4/8/2026). Korban adalah Maliya Finda (51), warga Surabaya, dan pemandu lokal Irfan (35), warga Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.

Keduanya ditemukan di jurang bawah jalur Punggung Naga dengan kedalaman sekitar 60 meter sebelum dievakuasi tim gabungan.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.