TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BONDOWOSO – Proses evakuasi dua pendaki yang meninggal dunia di Gunung Piramid, Kelurahan/Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, akhirnya berhasil dilakukan. Korban dievakuasi dari jurang menuju titik aman menggunakan sistem Lowering.
Evakuasi pertama berhasil dilakukan pada pukul 13.00 WIB untuk jenazah pendaki pria bernama Erfan (35), warga Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso. Selanjutnya, evakuasi jenazah pendaki perempuan asal Surabaya, Maliya Finda (51), berhasil dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB.
Kedua korban kemudian ditandu secara estafet oleh personel gabungan dan warga lokal yang jumlahnya mencapai sekitar 100-an orang.
Proses estafet berlangsung dari Gunung Piramid dengan puncak ketinggan aman 900 meter hingga menuju Pos 1 di Dusun Tegal Tengah, Kelurahan/Kecamatan Curahdami. Kedua jenazah tiba di Pos 1 sekitar pukul 19.40 WIB, lalu dibawa ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara.
Baca juga: Wakil Ketua Ombudsman RI Cek Penerapan GNPP 24/7 di Jember
"Kita bisa melakukan evakuasi ke titik aman di ketinggian kurang lebih 900 meter," ujar Jefriansyah, OSC Basarnas Jember, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, tim SAR gabungan menghadapi tantangan berat saat melakukan evakuasi, utamanya medan yang sangat terjal. Kontur dan karakteristik Gunung Piramid tergolong sangat miring, bahkan mendekati 90 derajat.
"Tapi hal itu tidak menyurutkan semangat teman-teman potensi SAR untuk melakukan teknik Lowering," jelasnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pemindahan kedua jenazah dilakukan secara estafet dengan cara ditandu melintasi jalur yang ekstrem. Tim harus menyusuri sungai, menanjak bukit terjal, hingga melewati turunan curam.
Tim SAR gabungan sendiri telah bergerak melakukan proses evakuasi sejak pukul 06.00 WIB dan baru tiba di Pos 1 pada pukul 19.40 WIB.
Sementara itu, Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo, mengatakan bahwa setelah diidentifikasi oleh tim forensik RS Bhayangkara, jenazah akan langsung diserahkan kepada perwakilan keluarga korban.
"Termasuk barang-barang milik korban," pungkasnya.
Kedua korban adalah Maliya Finda (51), warga Surabaya, dan seorang pemandu lokal bernama Erfan (35), warga Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso. Keduanya ditemukan sekitar pukul 12.13 WIB di bawah jalur Punggung Naga pada kedalaman sekitar 60 meter.
(Sinca Ari Pangistu/TribunJatimTimur.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.