TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan mengadakan simulasi banjir, banjir bandang hingga longsor di Kota Padang pada tahun 2027 mendatang.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kalaksa BPBD Padang, Hendri Zulviton saat dikonfirmasi TribunPadang.com pada Kamis (6/8/2026).

Ia menyebut pada tahun-tahun sebelumnya, simulasi terpusat untuk tsunami di Kota Padang.

Akan tetapi, melihat kondisi Kota Padang yang sering dilanda banjir, banjir bandang dan longsor, simulasi untuk bencana ini juga akan direncanakan.

Baca juga: Jadwal Wali Kota Padang Hari Ini, Hadiri Rapat Paripurna HJK hingga Resmikan Jembatan Hildesheim

"Tahun 2026 ini kita ajukan dulu ke pusat, jadi untuk tahun 2027 bisa kita laksanakan," ucapnya.

Menurutnya, simulasi terkait bencana penting dilakukan, agar masyarakat bisa waspada sebelum bencana datang.

Sehingga nantinya, masyarakat bisa mengungsi terlebih dahulu ke tempat yang lebih aman.

"Ini penting bagi masyarakat, karena simulasi menggambarkan bagaimana bencana terjadi, dan langkah yang dilakukan masyarakat sebelum dan sesudahnya," jelasnya.

Di sisi lain, pihak BPBD menyebut tidak ada tambahan anggaran untuk bencana susulan pada Senin (3/8/2026).

Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Diprakirakan Berawan, Warga Padang Beraktivitas Normal Pagi Ini

Akan tetapi, bantuan seperti sembako, alat medis dan lain sebagainya sudah ada dan sudah disalurkan.

"Kalau untuk bencana susulan ini, tidak ada tambahan anggaran, jadi sebelumnya sudah diajukan anggaran lewat dokumen R3P," sebutnya.

Ia menyebut, kondisi sungai saat ini terjadi pendangkalan dan sedimen tinggi juga menumpuk.

Hal inilah yang membuat tanggul penahan sering jebol, saat hujan lebat mengguyur Kota Padang dalam beberapa waktu.

"Sungai saat ini terjadi pendangkalan, sedimen tinggi, curah hujan tinggi, memang sudah dikeruk, belum normal seperti dulu," pungkasnya.(*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.