SURYA.CO.ID - Terungkap alasan Polda Metro Jaya memanggil eks Ketua Pengurus Yayasan Sekolah di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, IWD alias Indra Wargadalem terkait kasus temuan 995 senjara di sekolah swasta kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Indra akan diperiksa sebagai saksi karena ruangan tempat ditemukannya 995 senjata itu bekas ditempati dia. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, pemeriksaan IWD dilakukan untuk mendalami asal-usul senjata dan alasan menyimpannya di area sekolah.

Tak hanya itu, nantinya polisi juga akan mendalami perizinan dari penggunaan senjata tersebut.

"Kita akan mengundang saudara IW dalam hal ini untuk memberikan keterangan, termasuk akan melakukan pendalaman terkait tentang asal-usul kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, dan tujuan penyimpanan," kata Budi, Sabtu (8/8/2026).

Baca juga: Sosok DS Pemilik Senpi yang Ditemukan di Sekolah Jaksel, Apa Hubungannya dengan Jenderal Suryo?

Budi menjelaskan, kepemilikan dan tempat penyimpanan senjata diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 1 tahun 2022.

Dalam aturan tersebut, pemilik harus melaporkan ke polisi soal lokasi penyimpanan senjata.

 Budi menuturkan, polisi juga akan mengusut temuan satu pucuk senjata api merek Franchi SPA-15. Jika tak berizin, maka pemiliknya dapat dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

"Termasuk yang berkaitan dengan dugaan senjata api yang satu pucuk, ini juga akan dilakukan pendalaman," ujar Budi. 

Siapakah Indra Wargadalem? 

Indra adalah Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta Jaksel. 

Dikutip dari akun Facebook pribadinya, Indra Wargadalem sempat menjadi ketua yayasan sekolah tersebut pada tahun 2021.

Menurut kuasa hukum yayasan sekolah, Hermawanto, Indra telah dipecat sejak April 2026 lalu.

Dia menyebut pemecatan terhadap Indra karena diduga kuat menyalahgunakan dana sekolah untuk membeli tanah atas nama istrinya.

"Jadi alasan dipecat itu adalah karena ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan keuangan yayasan untuk kepentingan pribadi," jelas Hermawanto.

Selain itu, dia juga berprofesi sebagai advokat dan merupakan pendiri dari firma hukum Warens and Partners.

Dikutip dari laman Warens and Partners, firma hukum tersebut didirikan pada tahun 1990.

Indra pun pernah menjadi kuasa hukum beberapa korporasi seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT Danareksa Sekuritas, Hoyer Gaslog, hingga Hudson Advisors Asia.

Tak cuma itu, dirinya juga pernah tercatat pernah menjadi Sekjen Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) periode 2010-2015.

Hasil Penyelidikan Sementara Polisi

MISTERIUS - 995 senjata api dan air soft gun yang ditemukan di sebuah sekolah kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
MISTERIUS - 995 senjata api dan air soft gun yang ditemukan di sebuah sekolah kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (istimewa/dok,kuasa hukum sekolah)

Asal muasal 995 airsoft gun di sekolah kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan akhirnya terungkap. 

995 airsoft gun tersebut diimport dari luar negeri pada tahun 2008. 

Hal ini terungkap dari dokumen surat import yang ditemukan polisi saat menyelidiki kasus ini. 

Surat impor tersebut teregistrasi dengan nomor RSI 5483/12/2008.

“Jadi ada pemeriksaan-pemeriksaan, ini ditemukan terkait surat impor,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/8/2026).

Baca juga: Siapa Jenderal Suryo yang Dikaitkan Temuan 995 Senpi di Sekolah? Kubu Eks Ketua Yayasan Klaim Tahu

Namun, Budi belum menyebutkan negara asal pengiriman ratusan airsoft gun tersebut.

Terkait keberadaan airsoft gun di sekolah, Budi mengatakan, hal itu berkaitan dengan IWD (Indra Wargadalem) yang pernah menjabat sebagai ketua yayasan setelah memenangkan gugatan perdata pada 2011.

“Saudara IWD dulu merupakan pengurus dari suatu yayasan sehingga mungkin melihat menempatkan barang-barang tadi dalam satu gudang,” jelas Budi.

Pada April 2026, IWD dipecat sebagai ketua yayasan karena diduga melakukan penggelapan dana yayasan.

Pihak yayasan yang kini mengelola sekolah pun meminta IWD untuk mengambil seluruh barang miliknya, termasuk airsoft gun tersebut.

“Yang bersangkutan sudah tidak menjadi pengurus kembali di dalam suatu yayasan dan pihak pengelola yayasan yang baru meminta untuk seluruh barang dipindahkan ataupun dikeluarkan,” jelas Budi.

Namun, saat itu IWD sudah tidak diperbolehkan masuk ke lingkungan sekolah.

Setelah itu, yayasan sekolah membuka sebuah ruangan. Ketika ruangan tersebut diperiksa, terdapat 995 airsoft gun di dalamnya.

Sementara itu, polisi masih mendalami lebih lanjut penemuan ratusan airsoft gun tersebut.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengatakan, saat mendampingi pembukaan pintu ruangan tempat penyimpanan barang tersebut, polisi telah lebih dulu membuat laporan polisi model A untuk kepentingan penyelidikan.

“Polres Jakarta Selatan telah membuat Laporan Polisi model A yang dibuat sesaat setelah ditemukanya kejadian dimaksud. Terhadap perkara saat ini pada tahab penyelidikan,” kata Joko dikonfirmasi lewat pesan singkat, Kamis. (tribun jakarta/kompas.com)

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.