TRIBUNNEWS.COM - Menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi salah satu hal penting untuk mendukung kesehatan jantung. 

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Kardiologi Emirates Indonesia, dr. Alii Zaenal Abidin, Sp.JP FIHA, mengatakan hidrasi berkaitan dengan kondisi cairan dalam tubuh yang berhubungan dengan kerja jantung. 

Pada orang yang masih sehat, kebutuhan cairan perlu tetap dipenuhi untuk mencegah dehidrasi yang dapat menyebabkan tekanan darah menurun. 

Namun, kebutuhan cairan pada pasien dengan gagal jantung perlu diperhatikan secara khusus. 

Pasalnya, terlalu banyak cairan dapat membebani jantung yang kekuatannya sudah menurun. 

Dokter Alii juga menegaskan anjuran sekitar dua liter per hari bagi orang sehat merujuk pada konsumsi air putih, bukan kopi atau teh.

Hidrasi Berpengaruh terhadap Kesehatan Jantung

Dr. Alii menjelaskan, cairan dalam tubuh berperan dalam sistem yang berkaitan dengan kerja jantung. 

Salah satu cara tubuh mendapatkan cairan adalah melalui konsumsi minuman.

Pada kondisi tertentu, seperti pada pasien yang cenderung mengalami tekanan darah rendah, penambahan asupan cairan dapat dilakukan.

Namun, kebutuhan cairan tetap harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

"Karena yang dipompakan cairan di dalam tubuh," kata dr. Alii dalam wawancara khusus di Studio 5 Kantor Tribunnews Solo, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Ia menambahkan, orang yang mengalami dehidrasi juga dapat mengalami penurunan tekanan darah. 

Karena itu, mencukupi kebutuhan cairan menjadi bagian penting untuk menjaga kondisi tubuh, termasuk bagi kesehatan jantung.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele Sesak Napas dan Mudah Lelah, Bisa Jadi Gejala Penyakit Katup Jantung

Pasien Gagal Jantung Perlu Membatasi Cairan

Meski hidrasi penting, dr. Alii mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki kebutuhan cairan yang sama. 

Pasien dengan gagal jantung justru perlu berhati-hati dalam mengonsumsi cairan.

Pada kondisi gagal jantung, kemampuan jantung untuk memompa darah mengalami penurunan. 

Jika cairan yang masuk ke tubuh terlalu banyak, jantung yang melemah dapat kesulitan memompanya.

Akibatnya, cairan dapat menumpuk atau "luber" ke bagian tubuh tertentu. 

Jika cairan masuk ke paru-paru, kondisi tersebut dapat menyebabkan sesak napas, sedangkan penumpukan cairan di kaki dapat menyebabkan kaki membengkak.

"Kalau cairannya terlalu banyak yang diminum dengan kekuatan jantung yang melemah, jantung tidak kuat memompa sehingga kadang terjadi luber," jelasnya.

Karena itu, jumlah cairan pada pasien gagal jantung perlu disesuaikan dengan kondisi atau profil jantung masing-masing pasien.

Air Putih Tetap Pilihan Utama untuk Hidrasi

Bagi orang yang masih sehat dan aktif beraktivitas, dr. Alii mengatakan kebutuhan cairan sekitar dua liter per hari sebaiknya dipenuhi terutama dari air putih.

Menurutnya, konsumsi kopi, teh, maupun minuman lainnya tidak seharusnya menggantikan kebutuhan air putih harian.

"Yang dua liter itu seharusnya memang hanya air putih," ujarnya.

Dengan demikian, seseorang yang sudah minum teh atau kopi tetap perlu memperhatikan konsumsi air putih agar kebutuhan hidrasi tubuh tetap terpenuhi.

Baca juga: 5 Manfaat Buah Bit yang Didukung Kandungan Nutrisi, Cegah Penyakit Jantung hingga Stroke

Kopi dan Teh Tidak Menggantikan 2 Liter Air Putih

Dr. Alii menjelaskan, secara total berbagai jenis cairan yang masuk ke tubuh memang dapat diperhitungkan sebagai cairan. 

Namun, ketika membahas anjuran sekitar dua liter sehari bagi orang sehat, yang dimaksud adalah air putih.

Artinya, seseorang tidak sebaiknya menganggap konsumsi teh atau kopi sebagai pengganti kebutuhan dua liter air putih.

"Air putih yang direkomendasikan dua liter per hari itu adalah air putih, bukan teh, bukan kopi," tegasnya.

Sementara itu, pada pasien gagal jantung, perhitungannya berbeda. 

Bukan hanya minuman, seluruh cairan yang masuk ke tubuh perlu diperhatikan.

Pasien Gagal Jantung Perlu Menghitung Semua Cairan

Pada pasien dengan gagal jantung, dr. Alii mengatakan konsumsi cairan perlu dihitung secara menyeluruh. 

Hal ini tidak hanya mencakup air putih, tetapi juga minuman seperti teh dan kopi.

Bahkan, cairan yang berasal dari makanan juga perlu diperhitungkan. 

Contohnya adalah kuah pada makanan seperti soto atau sup.

"Pasien yang kegagalan jantung, jangankan kopi, teh, kadang makan kuah soto, kuah sop juga harus sampai dihitung," jelasnya.

Karena itu, pasien gagal jantung sebaiknya mengikuti anjuran dokter mengenai jumlah cairan yang boleh dikonsumsi setiap hari, mengingat kondisi dan kebutuhan setiap pasien dapat berbeda.

(Tribunnews.com/Nurkhasanah)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.