TRIBUNKALTIM.CO - Gennaro Gattuso mengawali debut kompetitifnya sebagai pelatih Lazio dengan hasil yang jauh dari harapan. Biancocelesti secara mengejutkan tersingkir dari Coppa Italia setelah dikalahkan tim Serie B, Mantova.
Lazio tampil kurang meyakinkan sepanjang pertandingan meski tampil di kandang sendiri Stadion Olimpico, Minggu (16/8/2026) waktu Roma, Italia.
Serangan mereka berjalan lambat, sementara sejumlah peluang yang didapat gagal dimaksimalkan.
Mantova kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk mencuri kemenangan.
Francesco Ruocco membawa tim tamu unggul pada menit ke-75.
Mantova memastikan kemenangan lewat gol kedua pada menit-menit akhir ketika Christos Mandas berada di sisi lapangan yang lain.
Baca juga: Ironi Lazio: 3 Bulan Lalu ke Final Coppa Italia, Kini Tersingkir oleh Tim Serie B
Kekalahan tersebut menjadi pukulan tersendiri bagi Gennaro Gattuso yang baru memulai perjalanan kompetitifnya bersama Lazio.
1. Gattuso mengakui kekalahan telak Lazio
Gattuso tidak berusaha mencari alasan setelah pertandingan.
Berbicara kepada pers, seperti dikutip Il Messaggero, pelatih asal Calabria itu mengakui Lazio tampil buruk dan layak menerima kritik.
"Malam ini adalah kekalahan telak, dan saya akan bertanggung jawab atasnya. Saya akan mengakuinya. Kita perlu meminta maaf, karena tiga bulan lalu kita berada di final dan sekarang kita di sini. Kita punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Para pemain memberikan segalanya, dan saya tidak tahu ada pertandingan yang mudah. Kita akan melewati ini dengan kerja keras dan tanpa alasan."
Gattuso juga menilai performa Lazio sebagai peringatan keras. Ia menolak menjadikan situasi bursa transfer maupun stadion yang kosong sebagai pembenaran atas hasil tersebut.
"Saya harus mengomentari penampilan yang buruk, sebuah tamparan di muka. Bursa transfer hanyalah alasan. Kita lihat apa yang bisa kita lakukan di hari-hari terakhir ini, tetapi hari ini para pemain yang tersedia turun ke lapangan dan seharusnya kita memenangkan pertandingan. Sebaliknya, kita hanya bermain setengah hati."
"Saya tidak menyangka akan ada pertandingan seperti ini. Wajar jika orang-orang di luar klub mencerca kami."
2. Kehilangan bola membuat Gattuso geram
Salah satu persoalan yang paling membuat Gattuso kecewa adalah cara Lazio kehilangan bola di area permainan lawan.
Situasi itu membuat para pemain harus berlari jauh untuk kembali bertahan ketika Mantova melancarkan serangan balik.
"Pertandingan itu menyakitkan saya. Kami tahu kami harus meningkatkan diri; kami memiliki kekuatan dan kelemahan. Satu-satunya cara yang saya tahu adalah menghindari mencari alasan dan terus bekerja untuk memperbaiki kekurangan kami."
Baca juga: Bagan Terbaru Coppa Italia 2026/2027 Setelah Lazio dan Lecce Tersingkir Lebih Cepat
Gattuso bahkan mengungkapkan kemarahannya terhadap situasi yang terjadi pada babak pertama.
"Di babak pertama kami melakukan enam atau tujuh sprint sejauh 70 meter untuk mengejar ketertinggalan, dan saya marah. Di babak kedua kami tidak kebobolan serangan balik, tetapi kami hancur karena takut pada tanda-tanda kesulitan pertama."
3. Alessio Romagnoli absen bukan karena transfer
Absennya Alessio Romagnoli juga menjadi perhatian dalam pertandingan tersebut. Gattuso memilih Oliver Provstgaard dan Danilho Doekhi untuk mengisi lini pertahanan Lazio.
Romagnoli sendiri tengah menghadapi masa depan yang tidak pasti di klub. Namun, Gattuso memastikan keputusan tidak memasukkan bek Italia tersebut ke dalam skuad tidak berkaitan dengan isu transfer.
"Alessio mengalami nyeri pada tendonnya selama tiga hari dan karena itu tidak dipanggil."
4. Gattuso mulai menentukan posisi ideal pemain Lazio
Selain mengevaluasi kekalahan, Gattuso juga menjelaskan bagaimana ia ingin memaksimalkan sejumlah pemain Lazio.
Untuk Tijjani Noslin, Gattuso melihat posisi melebar sebagai peran yang paling cocok. Sang pemain tetap bisa ditempatkan sebagai penyerang, tetapi Gattuso lebih menyukainya bermain sebagai winger.
"Noslin tampil lebih baik saat bermain dari posisi yang lebih melebar. Dia juga bisa bermain sebagai striker, tetapi saya lebih menyukainya sebagai pemain sayap."
Baca juga: Gattuso Dihadapkan pada Misi Berat di Lazio, Jurnalis Italia Ingatkan Ancaman Degradasi
Gattuso juga menjelaskan peran yang diharapkannya dari lini tengah Lazio, khususnya Frattesi, Dele-Bashiru, Taylor, dan Rovella.
"Frattesi adalah gelandang box-to-box yang sering melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti, sama seperti Dele-Bashiru. Taylor dan Rovella perlu memancing lawan untuk menekan mereka, lalu membuka ruang. Mereka sudah bermain seperti itu selama 40 hari."
5. Gattuso menuntut Lazio segera bangkit
Di tengah kekecewaan akibat tersingkir dari Coppa Italia, Gattuso tetap menilai Lazio memiliki pemain yang mampu mencetak gol. Ia menyebut catatan sembilan gol salah satu pemain di bawah asuhan Baroni sebagai bukti kualitas yang dimiliki tim.
"Dia mencetak sembilan gol di bawah asuhan Baroni, sementara Noslin dan Cancellieri memiliki kualitas untuk bermain bagus. Hari ini mereka memiliki beberapa peluang. Saya adalah pelatih dan saya harus menempatkan mereka pada posisi untuk mencetak gol."
Bagi Gattuso, kekalahan dari Mantova menjadi pekerjaan rumah pertama yang harus segera diselesaikan.
Ia tidak ingin Lazio larut dalam kegagalan dan memilih menjadikan hasil tersebut sebagai momentum untuk memperbaiki kekurangan sebelum kompetisi Liga Italia Serie A berlanjut. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.