Jakarta (ANTARA) - KBRI Bern mendukung kerja sama pendidikan dan pelatihan perdagangan komoditas global antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan asosiasi perdagangan komoditas Swiss, Suissenegoce.


Dukungan tersebut diberikan sebagai bentuk komitmen KBRI Bern dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) nasional, sekaligus memperingati 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Swiss.


Langkah strategis ini juga menjadi tindak lanjut nyata dari hasil kunjungan Menteri Federal Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Riset Swiss Guy Parmelin ke Jakarta pada Oktober 2025 serta penandatanganan kerja sama pengolahan mineral dan logam oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani pada Juni 2026.


Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dan Sekretaris Jenderal Suissenegoce Florence Schurch di Jenewa, Kamis (20/8), dengan disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Swiss Ngurah Swajaya serta Ketua Komite Bilateral Kadin Indonesia-Swiss Francis Wanandi.


"KBRI Bern telah lama menjajaki upaya kemitraan Suissenegoce dengan Kadin Indonesia. Penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah awal dan konkret yang dimulai bertepatan dengan perayaan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Swiss," kata Dubes Ngurah dalam keterangan tertulis KBRI Bern, Jumat.






Melalui kemitraan ini, kedua pihak akan menyelenggarakan pelatihan dan pendidikan bersertifikasi Suissenegoce mengenai global commodities trading.


Program berdurasi lima minggu ini rencananya digelar secara reguler di Jakarta dengan melibatkan pelaku bisnis swasta dan BUMN guna mengoptimalkan pendapatan negara dari komoditas unggulan ekspor.


Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menegaskan pentingnya alih pengetahuan ini agar Indonesia dapat meningkatkan peran strategisnya di pasar internasional.


"Pengembangan SDM mengenai perdagangan komoditas global merupakan langkah konkret agar Indonesia tidak hanya menjadi negara produsen, tetapi juga bisa menjadi pemain yang berpengaruh di pasar perdagangan komoditas dunia," ujar Anindya.


Suissenegoce sendiri menaungi sekitar 215 perusahaan global yang bergerak di tiga sektor utama, yakni pertanian, mineral dan logam, serta energi.






Sebagai salah satu global commodity trading hub terbesar sejak era 1950-an, Swiss menguasai sepertiga pangsa pasar dunia melalui dukungan sistem perbankan dan perpajakan yang solid.


Melalui kolaborasi ini, Kadin Indonesia berharap dapat mendorong perusahaan anggotanya untuk aktif membangun ekosistem pendukung serta memajukan perdagangan komoditas nasional di kancah global.