TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN – Wali Kota Pasuruan Dr. Adi Wibowo mengapresiasi Pameran Seni dan Manuskrip “Nderes: Risalah Salafiyah Pasuruan dan Riwayat Peradaban” yang digelar Ma’had Aly Salafiyah Pasuruan di Gedung Tourism Information Center (TIC), Rabu (19/8/2026)
Pameran dalam rangka Haul ke-45 Almaghfurlah KH Abdul Hamid ini menampilkan 22 manuskrip karya masyayikh salafiyah dan berlangsung hingga 25 Agustus 2026.
Angkat Khazanah Keilmuan dan Sejarah Ulama Pasuruan
Hadir dalam pembukaan, Wakil Wali Kota Mokhamad Nawawi, Syaikhina KH. M. Idris Hamid Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan, dan Ketua Nahdlatut Turats Lora Usman Al-Alkhyari.
Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Mas Adi menyebut pameran ini menjadi momentum mengenal warisan keilmuan dan sejarah ulama, termasuk perjalanan KH. Abdul Hamid.
Baca juga: Wali Kota Pasuruan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Serahkan Remisi 426 Warga Binaan
“Begitu kayanya ternyata para ulama-ulama kita. Begitu kayanya sejarah Romo Kiai Hamid yang juga salah satunya nanti ditampilkan. Bukan soal undangan pernikahannya, tentu ada sejarah di dalamnya. Ini yang ingin kita sama-sama ketahui,” ujar Mas Adi.
Menurutnya, seni dan ilmu tidak dapat dipisahkan. Banyak ilmu dasar seperti matematika dan ilmu alam justru lahir dari pemikiran para ulama.
“Khazanah seni sebenarnya sangat bertirisan erat dengan khazanah keilmuan kita. Kalau kita lihat khazanah keilmuan kita, ternyata banyak ilmu, mulai dari matematika, ilmu-ilmu alam, itu justru banyak dari para ulama kita,” jelasnya.
Sejarah Jadi Fondasi Masa Depan
Mas Adi menegaskan sejarah bukan hanya cerita masa lalu, tetapi fondasi untuk merajut masa depan. Hal itu penting bagi Kota Pasuruan yang dikenal sebagai Kota Santri dan Kota Pusaka.
“Mulai dari khazanah keilmuan, khazanah keislaman, khazanah sejarah, yang semuanya ini kalau kita rangkai menjadi kekayaan kita yang cukup luar biasa,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga peninggalan sejarah, seperti bekas kantor PBNU, agar tetap diwariskan ke generasi mendatang.
“Kalau hilang itu, generasi yang akan datang tidak punya cerita lagi. Ini menjadi PR kita semua, bagaimana kita bisa sama-sama menjaga dan uri-uri sejarah yang ada,” katanya.
Pemkot Sediakan Ruang untuk Seni dan Keilmuan
Wali Kota menambahkan, Pemkot Pasuruan terus membuka ruang bagi kegiatan seni, keilmuan, dan kemasyarakatan melalui fasilitas TIC dan mini teater.
“TIC ini juga ada mini teater, memang disediakan bagi kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, para seniman, para santri. Monggo, ini memang disediakan untuk kegiatan-kegiatan kemasyarakatan,” tuturnya.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan sosial yang berakar pada sejarah bangsa.
Di akhir sambutan, Mas Adi menyampaikan apresiasi kepada panitia. Ia berharap pameran “Nderes” menjadi bagian upaya bersama menjaga dan meneruskan warisan para ulama, khususnya KH. Abdul Hamid.
Pameran terbuka untuk umum di TIC Kota Pasuruan hingga 25 Agustus 2026.
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.