Liputan6.com, Jakarta - Rambut juga mengalami perubahan seiring usia, sehingga perawatan kulit kepala seiring bertambahnya usia perlu diperhatikan sejak dini. Rambut dapat menipis, lebih kering, rapuh, kehilangan volume, hingga tumbuh lebih lambat.
Menurut Heidi Klegstad, hairstylist di LifeSpa, Eden Prairie, Minnesota, dilansir dari laman Experience Life, perubahan rambut dan kulit kepala dapat memengaruhi ketebalan, tekstur, kilau, serta pertumbuhan rambut. Faktor genetik, hormon, stres, nutrisi, hingga kebiasaan sehari-hari turut berperan.
Kabar baiknya, kondisi tersebut dapat dirawat melalui kebiasaan sederhana. Membersihkan rambut dengan lembut, menggunakan kondisioner, menjaga asupan nutrisi, mengurangi paparan panas dan sinar matahari, serta memberikan perhatian khusus pada kulit kepala dapat membantu menjaga kesehatan rambut. Simak ulasan lengkapnya yang dilansir Liputan6.com dari Experience Life, Rabu (2/9/2026).

Pertambahan usia dapat menyebabkan berbagai perubahan pada rambut. Pada pria, kerontokan sering kali dipengaruhi faktor genetik dan dapat mulai terlihat sejak usia 20-an hingga 30-an. Kondisinya biasanya ditandai dengan garis rambut yang semakin mundur atau rambut menipis di bagian mahkota kepala.
Pada wanita, perubahan rambut lebih banyak berkaitan dengan perubahan hormon, stres, fungsi tiroid, serta asupan nutrisi. Penipisan rambut dapat terjadi secara menyeluruh di bagian atas kepala, terutama selama perimenopause dan menopause. Rambut beruban juga biasanya semakin terlihat pada periode tersebut, meskipun faktor genetik tetap memiliki pengaruh besar.
Klegstad menjelaskan bahwa folikel rambut secara alami dapat mengecil seiring waktu melalui proses miniaturisasi. Akibatnya, rambut menjadi lebih tipis, halus, mudah patah, kurang elastis, dan kehilangan kilau. Siklus pertumbuhan rambut juga berubah karena fase anagen atau pertumbuhan aktif menjadi lebih pendek.
Normalnya, rambut mengalami empat fase, yaitu anagen atau pertumbuhan, catagen atau transisi, telogen atau istirahat, serta eksogen atau kerontokan. Orang dewasa umumnya dapat kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut setiap hari. Seiring usia, rambut dapat lebih lama berada dalam fase telogen sehingga tampak lebih tipis.
Kondisi kulit kepala juga ikut berubah. Produksi kolagen dan elastin secara alami menurun seiring usia. Padahal, kolagen membantu memberikan kekuatan, sedangkan elastin membantu kulit tetap lentur. Penurunan keduanya dapat membuat kulit kepala menjadi lebih tipis dan kurang mendukung lingkungan pertumbuhan rambut.
Sirkulasi mikro juga dapat menjadi kurang efisien. Kondisi ini berpotensi mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi yang mencapai folikel rambut. Selain itu, faktor genetik, perubahan hormon, stres kronis, pola makan, paparan sinar ultraviolet, serta kurang tidur dapat ikut memengaruhi kesehatan rambut dan kulit kepala.

Rambut yang menipis biasanya lebih rapuh dan mudah mengalami kerusakan. Karena itu, cara mencuci rambut perlu diperhatikan. Hindari menggosok rambut terlalu keras, terutama pada bagian panjang rambut.
Klegstad menyarankan untuk memusatkan penggunaan sampo pada kulit kepala dan akar rambut. Pijat perlahan menggunakan ujung jari agar kotoran dan minyak terangkat tanpa memberikan gesekan berlebihan pada batang rambut.
Setelah keramas, gunakan kondisioner pada bagian tengah hingga ujung rambut. Langkah ini membantu mengembalikan kelembapan tanpa membuat akar rambut terasa terlalu berat. Produk perawatan yang mengandung bahan seperti hyaluronic acid, Abyssine, dan vitamin E juga dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga kelembapan dan membuat rambut tampak lebih halus serta berkilau.

Kulit kepala juga membutuhkan perhatian seperti kulit wajah. Eksfoliasi secara berkala dapat membantu mengangkat sel kulit mati serta sisa produk penataan rambut yang menumpuk.
Klegstad menyebutkan bahwa produk dengan kandungan salicylic acid atau glycolic acid dapat digunakan sekitar satu kali seminggu untuk membantu membersihkan kulit kepala. Namun, penggunaannya sebaiknya tetap lembut dan tidak disertai gesekan keras.
Pijatan ringan pada kulit kepala juga dapat menjadi bagian dari rutinitas. Gunakan ujung jari atau sikat kulit kepala yang fleksibel selama beberapa menit. Tujuannya membantu mendukung sirkulasi mikro dan menjaga lingkungan kulit kepala tetap sehat. Hindari pijatan terlalu kuat karena dapat menyebabkan iritasi.

Kesehatan rambut tidak hanya ditentukan oleh produk yang digunakan dari luar. Nutrisi dari makanan juga berperan penting karena folikel rambut membutuhkan berbagai zat gizi untuk menjalankan pertumbuhan secara optimal.
Beberapa nutrisi yang penting antara lain protein, zat besi, zinc, vitamin D, biotin, dan asam lemak omega-3. Protein dibutuhkan karena rambut sebagian besar tersusun dari keratin. Asupan protein yang tidak mencukupi dapat membuat rambut lebih lemah, rapuh, dan mudah rontok.
Zat besi membantu mendukung pengiriman oksigen ke folikel rambut, sedangkan zinc berperan dalam fungsi normal folikel dan perbaikan kulit kepala. Vitamin D berkaitan dengan siklus folikel rambut, sementara omega-3 membantu mendukung kesehatan lapisan pelindung kulit kepala.
Buah dan sayuran berwarna juga dapat menjadi bagian dari pola makan sehat karena mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel dari stres oksidatif.

Penggunaan alat styling seperti hair dryer, catokan, dan alat pengeriting secara berlebihan dapat meningkatkan risiko rambut kering, rapuh, dan mudah patah. Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan ketika rambut mulai mengalami perubahan akibat usia.
Jika tetap membutuhkan alat styling, gunakan suhu yang sesuai dan hindari paparan panas terlalu lama pada satu bagian rambut. Klegstad juga menyarankan penggunaan produk pelindung panas setelah keramas dan sebelum proses penataan.
Dengan mengurangi frekuensi styling menggunakan suhu tinggi, kelembapan alami rambut dapat lebih terjaga. Kebiasaan ini juga membantu meminimalkan kerusakan pada batang rambut yang sudah lebih rentan.
![Intip Trik Merawat Rambut Highlight Agar Tetap On Point dan Tidak Cepat Kusam Di Iklim Tropis Pilih produk perlindungan rambut yang cocok dengan tipe rambut Anda. [Dok/Pexels.com/Tim Mossholder].](https://cdn.shengboglobal.com/Upload/File/2026/09/02/1200230835.webp)
Kulit kepala sering terlupakan ketika menggunakan perlindungan dari sinar matahari. Padahal, paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang dapat memengaruhi kulit kepala dan rambut.
Menurut Klegstad, paparan UV dapat mempercepat kerusakan kolagen dan elastin sekaligus meningkatkan stres oksidatif pada sel kulit. Pada rambut, sinar matahari juga dapat mengurangi kelembapan sehingga rambut menjadi kering dan rapuh.
Salah satu cara sederhana adalah menggunakan topi ketika berada di bawah sinar matahari dalam waktu lama. Produk leave-in tertentu juga dapat membantu memberikan perlindungan dari panas, sinar UV, klorin, dan air asin.
Jika menggunakan produk pelindung untuk kulit kepala, perhatikan kandungan SPF dan pilih produk yang memberikan perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB.

Peptida menjadi salah satu bahan yang semakin banyak ditemukan dalam produk perawatan rambut dan kulit kepala, terutama serum. Bahan ini merupakan rantai pendek asam amino yang dapat membantu mendukung lingkungan kulit kepala dan kondisi batang rambut.
Klegstad menjelaskan bahwa beberapa jenis peptida dapat membantu memperkuat rambut serta mendukung proses perbaikan alami pada kulit kepala. Kandungan tertentu juga dapat membantu mendukung produksi protein seperti kolagen dan elastin yang penting bagi struktur kulit kepala.
Saat memilih produk, beberapa bahan yang dapat diperhatikan antara lain tetrapeptide, acetyl tetrapeptide, dan biotinoyl tetrapeptide. Produk berbasis peptida dapat digunakan sebagai pelengkap rutinitas, bukan sebagai pengganti pola makan sehat atau perawatan dasar rambut.
Klegstad juga menyebut kolagen peptida sebagai salah satu pilihan yang dapat ditambahkan ke rutinitas harian. Namun, kebutuhan suplemen sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
![Intip Trik Merawat Rambut Highlight Agar Tetap On Point dan Tidak Cepat Kusam Di Iklim Tropis Mengaplikasikan masker rambut secara berkala dapat mengembalikan kelembutan asli rambut. [Dok/Pexels.com/Olha Ruskykh].](https://cdn.shengboglobal.com/Upload/File/2026/09/02/1200251176.webp)
Perubahan rambut dan kulit kepala merupakan bagian yang dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, bukan berarti kesehatan rambut tidak dapat dijaga. Rutinitas sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu mempertahankan kelembapan, kekuatan, dan tampilan rambut.
Menurut Klegstad, langkah pencegahan yang dimulai sejak usia 30-an dan 40-an umumnya lebih baik dibandingkan mencoba mengembalikan kondisi rambut setelah perubahan terlihat semakin jelas. Karena itu, menjaga kulit kepala, memperhatikan nutrisi, mengurangi kerusakan akibat panas, serta melindungi rambut dari sinar matahari dapat menjadi bagian dari perawatan jangka panjang.
Perlu diingat, penyebab rambut menipis atau rontok dapat berbeda pada setiap orang. Faktor genetik, hormon, stres, kondisi kesehatan, hingga kekurangan nutrisi dapat berperan. Jika kerontokan terjadi secara tiba-tiba, berlebihan, atau disertai perubahan kulit kepala, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu mengetahui penyebabnya secara tepat.
Rambut dapat menipis karena folikel mengalami miniaturisasi, fase pertumbuhan aktif menjadi lebih pendek, serta faktor genetik dan perubahan hormon.
Eksfoliasi dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan penumpukan produk. Penggunaannya sebaiknya dilakukan secara lembut dan tidak berlebihan.
Protein, zat besi, zinc, vitamin D, biotin, dan omega-3 termasuk nutrisi yang mendukung kesehatan rambut dan kulit kepala.
Gunakan topi saat berada di bawah sinar matahari dalam waktu lama dan pertimbangkan produk pelindung rambut atau kulit kepala yang memberikan perlindungan terhadap UVA dan UVB.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.