TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kabar duka datang dari dunia sepak bola Tanah Air. Mantan pelatih kepala PSMS Medan, Iwan Setiawan, meninggal dunia pada Kamis (3/9/2026).
Iwan Setiawan meninggal dunia dalam usia 68 tahun. Kabar kepergian pelatih kelahiran Medan, 5 Juli 1958, tersebut turut membawa duka bagi insan sepak bola Indonesia, khususnya Sumatera Utara.
Kabar meninggalnya Iwan Setiawan dikonfirmasi mantan Sekretaris PSMS Medan, Julius Raja.
"Ya. Beliau meninggal akibat serangan jantung dan asam lambungnya," ujar Julius Raja kepada Tribun Medan.
Julius juga mengingatkan bahwa Iwan Setiawan pernah menjadi bagian dari perjalanan PSMS Medan.
"Beliau melatih PSMS Medan di tahun 2008," katanya.
Iwan Setiawan memang pernah dipercaya menjadi pelatih kepala PSMS Medan pada musim 2008/2009, ketika kompetisi sepak bola Indonesia memasuki era Indonesia Super League (ISL).
Berdasarkan catatan Transfermarkt, Iwan tercatat sebagai pelatih PSMS pada musim 2008/2009. Sementara dalam daftar sejarah pelatih PSMS, namanya tercatat sebagai salah satu juru taktik Ayam Kinantan pada 2008.
Sebelum kompetisi bergulir, Iwan terlibat dalam proses pembentukan skuad PSMS.
Salah satu pemain yang menjadi perhatiannya ketika itu adalah Patricio Jimenes, pemain asal Chile yang diproyeksikan memperkuat PSMS.
Iwan ikut memberikan penilaian terhadap kualitas pemain asing tersebut sebagai bagian dari persiapan PSMS menghadapi kompetisi Super Liga 2008.
Di bawah kepemimpinannya, PSMS juga masih melakukan seleksi terhadap sejumlah pemain lokal maupun asing guna mendapatkan komposisi tim yang dinilai mampu bersaing.
Namun, kiprah Iwan bersama PSMS ternyata tidak berlangsung lama.
Ia hanya menangani Ayam Kinantan pada fase awal kompetisi sebelum posisinya kemudian berakhir dan PSMS melakukan pergantian pelatih.
Salah satu pertandingan yang menjadi bagian dari perjalanan Iwan bersama PSMS adalah ketika Ayam Kinantan menghadapi Persiwa Wamena.
PSMS mengawali kiprahnya di kompetisi dengan menghadapi Persiwa. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 2-2.
PSMS sempat berada di posisi unggul, tetapi Persiwa mampu menyamakan kedudukan. Setelah pertandingan, Iwan menyoroti kondisi fisik dan kepercayaan diri pemain yang menurutnya belum berada pada level terbaik karena persiapan tim yang belum maksimal.
Perjalanan Iwan di PSMS kemudian berakhir setelah menjalani sejumlah pertandingan pada awal kompetisi.
Namanya kemudian digantikan Eric Williams sebagai pelatih PSMS pada 2008. Daftar sejarah kepelatihan PSMS juga mencatat Eric Williams sebagai pelatih setelah Iwan Setiawan pada tahun yang sama.
Meski masa kepelatihannya bersama PSMS relatif singkat, perjalanan Iwan Setiawan di sepak bola Indonesia masih berlangsung panjang.
Pelatih yang memiliki lisensi Pro-AFC tersebut sebelumnya dan sesudahnya menangani sejumlah klub serta tim nasional kelompok usia.
Iwan tercatat pernah menangani Persija Jakarta, Persijatim Solo FC, Persekaba Badung, Persibom Bolaang Mongondow, Persela Lamongan, Borneo FC, Persebaya Surabaya, Serpong City FC, PS Siak hingga Persibo Bojonegoro.
Ia juga pernah dipercaya menangani tim kelompok usia Indonesia.
Salah satu periode penting dalam kariernya terjadi ketika menangani Borneo FC. Pada periode 2017-2018, Iwan tercatat memimpin 16 pertandingan dengan rata-rata 1,63 poin per pertandingan berdasarkan catatan Transfermarkt.
Dalam beberapa tahun terakhir, Iwan masih aktif di dunia kepelatihan. Pada 2026, ia sempat menangani Persema Malang sebelum kemudian dipercaya menjadi pelatih kepala Sriwijaya FC.
(Cr29/tribun-medan.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.