TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Setelah melayani warga selama 51 tahun sejak diresmikan pada Agustus 1975, kompleks terminal Tipe A Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Jawa Barat ditutup secara permanen untuk dialihfungsikan menjadi Depo Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung.

Selama proses pembangunan, angkutan kota atau angkot masih bisa beroperasi di Terminal Cicaheum.

Namun, semua angkot tersebut sudah tidak bisa ngetem di area terminal seperti dulu dan hanya diperbolehkan untuk menaikan dan menurunkan penumpang di luar area atau bagian depan Terminal Cicaheum.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, keberadaan angkot di Cicaheum tetap dipertahankan selama pembangunan Depo BRT, tetapi aktivitas angkot akan disesuaikan dengan kondisi kawasan yang terdampak pekerjaan konstruksi.

"Angkot hanya menurunkan penumpang di area tersebut, lalu berputar di sekitar lokasi saja," ujarnya saat dihubungi, Rabu (2/9/2026).

Baca juga: 17 Kios di Terminal Antapani Bandung Dibongkar, Bakal Jadi Stasiun Akhir BRT

Sementara untuk menjamin akses angkot, kata Rasdian, telah disepakati penyediaan jalur di belakang area depo.

Jalur tersebut nantinya menjadi akses bagi angkot untuk tetap masuk dan berputar di sekitar kawasan terminal.

"Sudah disepakati disediakan jalur selebar 2,5 meter di belakang area depo untuk akses angkot. Jadi angkot tetap bisa masuk dan berputar di area dekat terminal dan depo tersebut," kata Rasdian.

Sementara saat disinggung pemindahan angkot ke Terminal Antapani, Rasdian mengatakan tidak akan dilakukan karena hal tersebut nantinya berdampak pada perubahan trayek, termasuk penambahan rute dan jarak tempuh.

Menurutnya, perubahan tersebut membutuhkan proses yang cukup panjang. Sementara itu, pembangunan Depo BRT di kawasan Cicaheum harus segera dilakukan agar tidak mengganggu mobilitas angkot.

"Enggak, enggak. Kalau pindah ke Antapani, nanti ada kewajiban menambah rute dan jarak tempuh, serta mengubah trayek yang prosesnya cukup lama," ucapnya.

Rasdian mengatakan, skema tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan mobilitas angkot.

Dengan demikian, selama pembangunan depo, aktivitas angkot di Cicaheum tetap berjalan dengan pengaturan akses dan pergerakan yang disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi.

"Itu kita lakukan karena pembangunan depo harus segera dilaksanakan agar tidak mengganggu mobilitas angkot kalau bus sudah dipindah ke lokasi yang lebih jauh (Terminal Leuwipanjang)," kata Rasdian.(*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.